Minggu, 19 Juli 2026

Warganet Curiga Ada Pungli di Pantai Bandealit, Video Pengunjung Pertanyakan soal Kenaikan HTM dengan Pria di Lokasi Wisata Ramai Jadi Sorotan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 3 Januari 2026 | 09:30 WIB
Momen pengunjung mempertanyakan harga tiket masuk Pantai Bandealit Jember yang tidak sesuai dengan nominal yang tertera di karcis resmi (Instagram/jember24jam_)
Momen pengunjung mempertanyakan harga tiket masuk Pantai Bandealit Jember yang tidak sesuai dengan nominal yang tertera di karcis resmi (Instagram/jember24jam_)

"Aslinya ini tiket masuknya ke lokasi wisata cuma 6 ribu, tapi kan sampeyan (wisatawan) masuk hutan lindung jadi nggak banyak yang masuk, jadi ini (aturan) dari negara," ujar pria yang diduga petugas di lokasi wisata dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di akun Instagram @jember24jam_ pada hari Sabtu, 3 Januari 2026.

Pengunjung yang merekam video itu pun kembali menegaskan keberatan mereka. Ia menyebut banyak wisatawan terpaksa batal masuk ke lokasi wisata karena tarif yang tiba-tiba berubah drastis tanpa penjelasan yang jelas.

"Ini banyak yang balik lho, mas. Soalnya tadi pagi masih 6 ribu tapi kok siang ini mahal, ditarik 40 ribu," keluhnya.

Baca Juga: Kecewa, Pengunjung Keluhkan Pembayaran HTM Pantai Papuma Jember yang Dinilai Janggal, Desak Pihak Pengelola Selidiki Dugaan Pungli di Lokasi Wisata

Dalam penjelasan lebih lanjut, pelria berbaju oranye itu menekankan bahwa tarif yang dianggap mahal tersebut dikarenakan Pantai Bandealit karena berada di kawasan konservasi Taman Nasional Meru Betiri.

Menurutnya, tarif yang diberlakukan berbeda dengan lokasi wisata lain seperti Pantai Papuma Jember yang berada di bawah pengelolaan yang berbeda dengan Bandealit.

Tarif HTM 40 ribu ini juga diklaim sebagai ketentuan resmi dari pihak Taman Nasional Meru Betiri yang masuk ke kas negara.

"Ini memang mahal tiketnya, nggak kayak Pantai Papuma. Karena (aturan) ini dari negara," tuturnya.

"Kalo dulu petugas dari Taman Nasional Meru Betiri belum masuk,Jadi tarif ini langsung masuk ke kas negara. Bukan kita-kita yang mengambil," pungkasnya.

Baca Juga: Integrasi Tiket Masuk Dua Wisata, Watu Ulo-Papuma Jember Dipastikan Permanen

Meski sudah ada penjelasan dari pihak petugas, publik tetap mempertanyakan kejelasan tarif resmi yang berlaku. Penarikan biaya yang jauh berbeda dengan karcis resmi berpotensi menimbulkan kecurigaan.

Banyak warganet yang menyayangkan penarikan HTM Pantai Bandealit yang terbilang mahal, padahal selama ini lokasi wisata tersebut jadi salah satu destinasi wisata favorit di Jember.

"Kenapa jadi hutan lindung dalam Meru Betiri yang jadi alasan?? Kalo memang ga diperbolehkan karena itu kawasan hutan ya seharusnya ditutup aja, bukan disuruh bayar. Itu namanya pungli," komentar salah satu warganet.

Baca Juga: Tingkatkan Pariwisata di Jember, Bupati Gus Fawait Bakal Maksimalkan Potensi Pantai Bandealit di Taman Nasional Meru Betiri

"Setahu saya gak sampe 40 ribu. Kami sering ke sana, tiket masuk TN Meru Betiri pintu Andongrejo (Jember) untuk weekday 10k, weekend/hari libur 15k. Untuk pintu masuk Rajegwesi (Banyuwangi) weekday 20k, weekend/hari libur 30k, tolong ini ditindak tegas @btn_merubetiri, sayang kalo wisata redup gara-gara praktik pungli seperti ini," ungkap warganet lainnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @jember24jam_

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X