"Aslinya ini tiket masuknya ke lokasi wisata cuma 6 ribu, tapi kan sampeyan (wisatawan) masuk hutan lindung jadi nggak banyak yang masuk, jadi ini (aturan) dari negara," ujar pria yang diduga petugas di lokasi wisata dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di akun Instagram @jember24jam_ pada hari Sabtu, 3 Januari 2026.
Pengunjung yang merekam video itu pun kembali menegaskan keberatan mereka. Ia menyebut banyak wisatawan terpaksa batal masuk ke lokasi wisata karena tarif yang tiba-tiba berubah drastis tanpa penjelasan yang jelas.
"Ini banyak yang balik lho, mas. Soalnya tadi pagi masih 6 ribu tapi kok siang ini mahal, ditarik 40 ribu," keluhnya.
Dalam penjelasan lebih lanjut, pelria berbaju oranye itu menekankan bahwa tarif yang dianggap mahal tersebut dikarenakan Pantai Bandealit karena berada di kawasan konservasi Taman Nasional Meru Betiri.
Menurutnya, tarif yang diberlakukan berbeda dengan lokasi wisata lain seperti Pantai Papuma Jember yang berada di bawah pengelolaan yang berbeda dengan Bandealit.
Tarif HTM 40 ribu ini juga diklaim sebagai ketentuan resmi dari pihak Taman Nasional Meru Betiri yang masuk ke kas negara.
"Ini memang mahal tiketnya, nggak kayak Pantai Papuma. Karena (aturan) ini dari negara," tuturnya.
"Kalo dulu petugas dari Taman Nasional Meru Betiri belum masuk,Jadi tarif ini langsung masuk ke kas negara. Bukan kita-kita yang mengambil," pungkasnya.
Baca Juga: Integrasi Tiket Masuk Dua Wisata, Watu Ulo-Papuma Jember Dipastikan Permanen
Meski sudah ada penjelasan dari pihak petugas, publik tetap mempertanyakan kejelasan tarif resmi yang berlaku. Penarikan biaya yang jauh berbeda dengan karcis resmi berpotensi menimbulkan kecurigaan.
Banyak warganet yang menyayangkan penarikan HTM Pantai Bandealit yang terbilang mahal, padahal selama ini lokasi wisata tersebut jadi salah satu destinasi wisata favorit di Jember.
"Kenapa jadi hutan lindung dalam Meru Betiri yang jadi alasan?? Kalo memang ga diperbolehkan karena itu kawasan hutan ya seharusnya ditutup aja, bukan disuruh bayar. Itu namanya pungli," komentar salah satu warganet.
"Setahu saya gak sampe 40 ribu. Kami sering ke sana, tiket masuk TN Meru Betiri pintu Andongrejo (Jember) untuk weekday 10k, weekend/hari libur 15k. Untuk pintu masuk Rajegwesi (Banyuwangi) weekday 20k, weekend/hari libur 30k, tolong ini ditindak tegas @btn_merubetiri, sayang kalo wisata redup gara-gara praktik pungli seperti ini," ungkap warganet lainnya.
Artikel Terkait
Sasar Puslitkoka dan Papuma, Bupati Gus Fawait Ingatkan Potensi Wisata Jember
Bupati Jember Gus Fawait Pastikan Kebijakan Pro Rakyat, Mulai Cegah Pungli Penerimaan Siswa Baru, Retribusi Parkir hingga Underpass
3 Daftar Rekomendasi Wisata Tema Kebun di Provinsi Jawa Timur, Referensi Liburan Akhir Tahun Bersama Keluarga
Cek Harga Tiket Masuk Pantai Papuma Jember saat Libur Natal dan Tahun Baru Lengkap dengan Tarif Parkir Motor-Mobil
Libur Tahun Baru 2026, PMI Jember Siagakan Tim Medis di Pantai Payangan, Watu Ulo, dan Papuma untuk Antisipasi Lonjakan Wisatawan
Waduh! Aksi Curanmor Nyaris Terjadi di Lokasi Wisata Pantai Papuma Jember, Terduga Pelaku Berhasil Diamankan Polisi Setelah Jadi Sasaran Amukan Massa