Minggu, 19 Juli 2026

Teror Melanda Aktivis Greenpeace dan Influencer Isu Banjir Aceh-Sumut, Pengamat: Ini Upaya Pembungkaman...

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Jumat, 2 Januari 2026 | 09:30 WIB
Ilustrasi teror terhadap aktivis dan influencer  (Pixabay CDD20)
Ilustrasi teror terhadap aktivis dan influencer (Pixabay CDD20)

SketsaNusantara.id – Gelombang aksi teror dan intimidasi dilaporkan menimpa sejumlah aktivis lingkungan dari organisasi Greenpeace Indonesia serta beberapa influencer.

Seperti kita ketahui bersama bahwa akhir-akhir ini aktivis Greenpeace Ikbal Damanik, Sherly Annavita, DJ Donny mendapatkan sejumlah teror setelah bersuara mengkritisi kebijakan pemerintah terkait penanganan banjir.

Mereka dilaporkan mendapatkan sejumlah teror setelah vokal menyuarakan penanganan banjir di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.

Baca Juga: Apa Agama DJ Donny? Berikut Ini Biodata Lengkap Influencer yang Dapat Ancaman dan Teror Bangkai Ayam hingga Bom Molotov 

Serangkaian kejadian ini memicu kekhawatiran serius dari para pengamat kebijakan publik yang menilai adanya pola sistematis untuk membungkam kritik terhadap pengelolaan lingkungan.

Menurut Khalisah Khalid selaku Pokja Greenpeace, menyatakan bahwa teror-teror ini merupakan pola upaya pembungkaman.

"Ini pola pembungkaman agar aktivis atau warga dan para influencer tidak lagi mengkritik pemerintah," ungkap Khalisah dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Baca Juga: Benarkah DJ Donny Pernah Maju Sebagai Calon Anggota DPR RI? Inilah Sosok Influencer yang Kini Viral Pasca Kena Teror Bom Molotov dan Bangkai Ayam

"Ini jelas adalah pola yang sistematis dan pola ini jelas bukan pola yang baru," imbuhnya.

Menurutnya pola pembungkaman terhadap sejumlah aktivis dan influencer ini merupakan pola yang sistematis dan merupakan pola lama.

"Ini merupakan pola buruknya tata kelola negara dalam melihat demokrasi di Indonesia sehingga suara publik suara rakyat, suara aktivis dianggap sebuah ancaman bagi negara," tegasnya.

Baca Juga: Profil Singkat Sherly Annavita Rahmi, Sosok Perempuan Vokal yang Alami Sejumlah Teror Usai Kritisi Penanganan Banjir Aceh dan Sumatra

Menurut Khalisah, pola-pola semacam ini jelas dilakukan oleh pemerintah sebab menurutnya hanya pemerintah yang memiliki instrumen-instrumen yang cukup untuk melakukan hal seperti ini.

Sementara itu Yusuf Warsyim yang merupakan komisioner Kompolnas menyatakan prihatin terhadap sejumlah teror yang telah diterima aktivis dan influencer disebuah negara demokrasi.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X