Sabtu, 18 Juli 2026

Bulog Pastikan Ketersediaan Beras Aman di Sumatra Saat Bencana, Stok Dilipatgandakan Sesuai Arahan Presiden

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 28 Desember 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi beras. (Pexels/EDRIS IBRAHEEM)
Ilustrasi beras. (Pexels/EDRIS IBRAHEEM)

SketsaNusantara.id - Perum Bulog memastikan ketersediaan beras di wilayah Sumatra dalam kondisi aman. Stok tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah daerah.

Langkah pengamanan pasokan pangan ini dilakukan untuk mengantisipasi kondisi darurat. Bulog menegaskan persediaan beras telah disiapkan dalam jumlah memadai di beberapa provinsi prioritas.

Wilayah yang menjadi fokus utama adalah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ketiga provinsi tersebut dinilai rawan terdampak bencana dan membutuhkan kesiapan logistik berkelanjutan.

Baca Juga: Detik-Detik Banjir Bandang Hantam Agam Sumatera Barat, Rumah Warga Maninjau Terendam Usai Hujan Deras Seharian

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani merinci jumlah stok beras di masing-masing wilayah. Di Provinsi Aceh, persediaan saat ini mencapai sekitar 97 ribu ton.

Sementara itu, stok beras Bulog di Sumatera Utara tercatat sekitar 25 ribu ton. Adapun di Sumatera Barat, jumlah persediaan mencapai sekitar 9 ribu ton.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami melipatgandakan stok untuk dukungan bantuan bencana, khususnya di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” kata Ahmad di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu.

Baca Juga: Update Penanganan Pasca Banjir di Sumatra, Ferry Irwandi Ungkap 2 Hal yang Harus Segera Ditangani: Ini yang Bahaya

Ia menjelaskan penyediaan beras tersebut dilakukan berdasarkan permintaan resmi pemerintah daerah. Permintaan disampaikan oleh gubernur, bupati, maupun wali kota di wilayah terdampak.

Mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran. Bulog juga berupaya mencegah terjadinya kekurangan pangan di lokasi bencana.

Ahmad menyebut Bulog menyiapkan stok lebih besar dari kebutuhan awal daerah. Penambahan dilakukan hingga tiga kali lipat dari jumlah permintaan yang diajukan.

“Untuk wilayah Sumatra, kami menambah stok hingga tiga kali lipat dari permintaan awal pemerintah daerah. Jika permintaan seribu ton maka kami siapkan hingga tiga ribu ton,” ujar Ahmad.

Dalam proses penyaluran, Bulog menjalin kerja sama lintas instansi. Koordinasi dilakukan bersama TNI, Polri, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Sinergi tersebut diperlukan untuk menjangkau wilayah terdampak yang sulit diakses. Sejumlah daerah masih mengalami keterbatasan akibat kondisi geografis dan kerusakan infrastruktur.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X