SketsaNusantara.id - Tabir gelap sindikat Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja kembali terkuak.
Kali ini Bareskrim Polri kembali berhasil memulangkan 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban eksploitasi kerja di perusahaan online scam.
Mirisnya, salah satu korban diketahui tengah hamil 6 bulan namun tetap dipaksa bekerja di bawah tekanan fisik dan mental.
Baca Juga: Perekrut PMI Korban TPPO di Kamboja Diburu Polisi, Bareskrim Telusuri Jejak Digital Pelaku
Dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, pemulangan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, KBRI Phnom Penh, dan kepolisian setempat.
Pemulangan kali ini setelah adanya laporan penyekapan di sebuah kompleks perkantoran tertutup di Kamboja.
Fakta paling memilukan dalam kasus ini adalah adanya seorang perempuan berinisial NA (26) yang sedang mengandung.
Baca Juga: Bareskrim Ungkap Modus TPPO di Kamboja, PMI Disanksi Push Up hingga Lari 300 Kali Jika Gagal Target
Alih-alih mendapatkan perlindungan, NA justru dipaksa bekerja selama 14 jam sehari untuk mencari mangsa melalui skema penipuan daring (love scamming dan investasi bodong).
Berdasarkan keterangan para korban yang berhasil dipulangkan, para korban menceritakan bahwa mereka berangkat ke Kamboja dengan janji gaji besar sebagai operator komputer dengan gaji tinggi.
Namun, setibanya di sana, paspor mereka ditahan dan mereka dipaksa bekerja di gedung yang dijaga ketat oleh penjaga bersenjata sebagai admin judi online atau online scam.
Jika mereka tak mencapai target maka akan mendapatkan kekerasan fisik dan psikis.
"Ada 9 orang yang bisa dijemput dengan selamat dari Kamboja," ungkap Komjen Pol Syahardiantono dari Bareskrim Polri.
Menurutnya keberhasilan memulangkan sejumlah orang dari Kamboja tersebut bukanlah hasil kerja sendirian namun hasil kerjasama sejumlah pihak.
Artikel Terkait
Tersingkir di ASEAN Women’s Championship 2025, Timnas Putri Indonesia Akhiri Perjuangan dengan Hasil Imbang Kontra Kamboja
Kementerian P2MI Kaget Ada Penerbangan ke Kamboja 5 Kali Seminggu: Mungkin Mereka Tur ke Sana
Ratusan WNI Jadi Korban 'Online Scam' di Kamboja, Negara Warning Bahwa Kamboja Bukan Negara Penempatan Migran
Persib Bandung Tumbangkan Selangor FC, Ranking Liga Indonesia Hampir Pepet Kamboja
Mengenal Dewi Astutik, Gembong Narkoba Internasional Otak Penyelundupan 2 Ton Sabu Senilai Rp 5 Triliun yang Ditangkap di Kamboja