“Sudah bayar tiket masuk, lalu uang Rp150 ribu itu untuk apa?” ucap Timothy.
Salah satu pria yang meminta uang mengaku bernama BS. Ia menyebut pungutan tersebut sebagai bagian dari aturan desa. Ia juga menyatakan bus akan ditahan jika pembayaran tidak dilakukan.
Saat diminta menunjukkan aturan tertulis, BS tidak dapat memperlihatkan bukti resmi. Ia beralasan dokumen berada di rumahnya. Penjelasan tersebut disampaikan tanpa disertai keterangan administratif.
Setelah perdebatan berlangsung, BS akhirnya memberikan kwitansi tulisan tangan. Kwitansi tersebut tidak dilengkapi stempel atau kop desa.
Tidak terdapat keterangan resmi yang menunjukkan legalitas pungutan.
Pihak rombongan menyatakan keberatan atas perlakuan tersebut. Mereka menyampaikan niat membawa persoalan ini ke jalur hukum. Namun, respons yang diterima tidak menunjukkan upaya penyelesaian di lokasi.
Demi menjaga keselamatan dan kondisi psikologis wisatawan lansia, rombongan akhirnya menyerahkan uang tersebut. Bus kemudian diperbolehkan meninggalkan kawasan wisata. Rombongan memilih pulang tanpa memperpanjang situasi.
Ketua Asosiasi Pokdarwis Banyuwangi, Abdul Aziz, menyesalkan kejadian tersebut. Ia menyebut insiden semacam ini dapat merugikan citra pariwisata daerah. Terlebih, kejadian terjadi menjelang musim libur akhir tahun.
“Siapapun pelakunya harus ditertibkan karena kejadian seperti itu sudah pernah terjadi dan terduga pelaku pernah ditindak,” kata Abdul Aziz.
Ia menjelaskan bahwa penertiban terhadap praktik serupa sebelumnya pernah dilakukan. Menurutnya, pengelolaan wisata harus berjalan sesuai aturan. Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian pelaku pariwisata setempat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Korban Meninggal Kecelakaan Bus Pariwisata di Jalur Bromo Bertambah, Korban Diduga Tengah Hamil
Polda Jatim Umumkan Hasil Olah TKP Kecelakaan Bus di Probolinggo, Ungkap Dokumen Kelayakan hingga Kondisi Supir
Sopir Bus IND'S 88 Ditetapkan sebagai Tersangka Kecelakaan Maut di Probolinggo yang Tewaskan 9 Orang Karyawan Rumah Sakit Bina Sehat Jember
Supir Bus Maut Rombongan RS Bina Sehat Jember Jadi Tersangka Kecelakaan di Probolinggo, Netizen Soroti Pemilik PO
Hore, Bus Sekolah Gratis Kini Hadir di Ambulu, Jember! Ini Rute hingga Daftar 5 Sekolah yang Dilewati