Kamis, 9 Juli 2026

5 Fakta Bandara IMIP di Morowali, Beroperasi Sejak Era Jokowi hingga Diduga Ilegal Tanpa Bea Cukai dan Imigrasi

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 26 November 2025 | 09:30 WIB
Salah satu aktivitas di bandara IMIP di Morowali yang diduga tidak memiliki Bea Cukai dan Imigrasi (YouTube Official IMIP)
Salah satu aktivitas di bandara IMIP di Morowali yang diduga tidak memiliki Bea Cukai dan Imigrasi (YouTube Official IMIP)

2. Diduga Tidak Memiliki Imigrasi dan Bea Cukai

Dalam potongan video tersebut, Edna juga mengungkapkan fakta lain yang cukup mengejutkan.

Bandara IMIP di Morowali diyakini tidak disertai dengan kehadiran Imigrasi maupun Bea Cukai.

Hal tersebut membuat orang dan barang bebas masuk melalui bandara IMIP.

Temuan serupa juga diungkap Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) sebagaimana diungkap lewat akun TikToknya @satgas_pkh.

“Ternyata di Indonesia ada bandara yang tanpa otoritas negara, bandara itu ada di kawasan industri Morowali atau PT IMIP,” begitu narasi yang diungkap dalam video yang diunggah tanggal 25 November 2025 iitu.

Baca Juga: Kementerian Pertanian Segel 250 Ton Beras Ilegal di Aceh, Diduga Masuk Lewat Jalur Sabang

3. Tercatat di Kementerian Perhubungan

Meski dikabarkan tidak memiliki Imigrasi dan Bea Cukai, namun bandara IMIP sudah terdaftar di Kementerian Perhubungan.

Mengutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, bandara ini bahkan telah memiliki kode penerbangan.

Bandara IMIP tercatat sebagai bandara yang dikelola swasta dengan kode ICAO WAMP dan kode IATA MWS.

4. Respons Pemerintah

Saat sidak ke Bandara IMIP di Morowali, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan kemarahannya lantaran tidak adanya perangkat otoritas dalam bandara IMIP.

Baca Juga: Kehadiran Jokowi di Bloomberg Forum hingga Gibran di KTT G20 Afrika, Isyaratkan Arah Baru Diplomasi Ekonomi Indonesia

“Ini merupakan hal yang anomali, di dalam negara kesatuan republik Indonesia, yang kita harus menegakkan regulias tapi ternyata masih terdapat celah-cela yang merupakan kerawanan terhadap kedaulatan, ekonomi bahkan juga bisa berpengaruh kepada stabilitas nasional,” ujarnya kepada awak media.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X