Kamis, 4 Juni 2026

Pelatihan SIBAT di Puger Wetan Digelar PMI-JRCS demi Membangun Ketangguhan Warga di Daerah Rawan Bencana

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 20 November 2025 | 16:55 WIB
Pelatihan SIBAT. (Dok. PMI)
Pelatihan SIBAT. (Dok. PMI)

SketsaNusantara.id - Upaya peningkatan kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana terus dilakukan melalui penguatan kapasitas masyarakat.

Salah satu kegiatannya berlangsung di Puger Wetan, Kecamatan Puger, ketika PMI Jember bersama JRCS menggelar sosialisasi kesiapsiagaan bencana pada Kamis, 20 November 2025. Kegiatan ini diikuti 20 warga yang tergabung dalam SIBAT atau Siaga Bencana Berbasis Masyarakat.

Pelaksanaan sosialisasi dilakukan di sebuah balai kecil yang berada di tengah area persawahan jagung milik warga. Suasana pelatihan berlangsung santai, bahkan diselingi canda peserta.

Baca Juga: Perkuat Penanganan Bencana, PMI Jember Berangkatkan 3 Relawan Terlatih untuk Pemetaan Dampak Erupsi Gunung Semeru

Dalam kegiatan tersebut, anggota SIBAT langsung mendapatkan penjelasan mengenai konsep dasar kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.

Informasi disampaikan dengan metode sederhana sehingga mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Anggota SIBAT di Puger Wetan nantinya akan melakukan kampanye ke rumah-rumah warga. Kampanye ini dirancang untuk menyampaikan pesan tentang langkah pencegahan dan tindakan yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi.

Baca Juga: PMI Jember Gembleng 33 Guru SD dalam ToF PMR Mula, Strategi Tanamkan Semangat Kerelawanan di Era Digital

Pesan disampaikan secara langsung agar warga memahami potensi bahaya di sekitar mereka.

Petugas juga membagikan sejumlah panduan berupa pamflet dan brosur yang berisi informasi dasar kesiapsiagaan. Bahan-bahan tersebut diharapkan memudahkan SIBAT menyebarkan informasi ketika bertemu warga.

Selain itu, warga diminta mengisi daftar nomor penting pada stiker yang dapat ditempel di rumah. Daftar tersebut dapat dihubungi dengan cepat saat terjadi keadaan darurat.

Koordinator lapangan proyek sekolah dan masyarakat tangguh, Weni Catur Fitriani, menjelaskan efektivitas metode kampanye personal. “Peserta sosialisasi nantinya akan berperan langsung dalam kampanye door to door ke masyarakat untuk menyampaikan pesan kesiapsiagaan dan pengurangan resiko bencana secara personal dan kontekstual sesuai kondisi tiap keluarga. Metode door to door merupakan strategi yang sangat efektif karena pesan bisa langsung tersampaikan ke masyarakat,” ungkapnya.

Setelah sesi sosialisasi selesai, dilakukan pemetaan berdasarkan wilayah RT dan RW di desa. Dua puluh anggota SIBAT kemudian membentuk kelompok kecil untuk mengunjungi rumah warga. Setiap kelompok akan menyampaikan pemahaman tentang pencegahan bencana dan tindakan darurat. Metode ini dipilih karena terbukti mampu menjangkau warga secara lebih luas dan tepat sasaran.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X