Kamis, 4 Juni 2026

Kejanggalan Letusan Gunung Semeru Menurut Pakar Vulkanologi Surono, Berdampak Besar Pada Masyarakat

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Kamis, 20 November 2025 | 18:30 WIB
Erupsi Semeru pada Rabu, 19 November 2025 (X @KPHYudi)
Erupsi Semeru pada Rabu, 19 November 2025 (X @KPHYudi)

 

SketsaNusantara.id - Ahli vulkanologi dan mantan Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono menyatakan banyak kejanggalan dalam letusan gunung Semeru pada Rabu, 19 November 2025.

Sebagai ahli vulkanologi ia memberikan pandangan mendalam mengenai karakteristik dan mitigasi bencana terkait erupsi Gunung Semeru, termasuk mengenai beberapa aspek yang ia anggap janggal dalam peristiwa letusan.

Seperti dilansir dari SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, Surono menjelaskan bahwa kejanggalan tersebut terlihat pada aktivitas tiba-tiba dari Semeru yang kemudian erupsi.

Baca Juga: Tim Kementerian Pariwisata Terjebak Bersama 137 Pendaki Saat Erupsi Gunung Semeru, TNBTS: Tetap Bertahan di Ranu Kumbolo

Ia menyoroti status yang diberikan oleh PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) dimana biasanya Semeru akan memberikan signal aktivitas meningkat apabila hendak erupsi.

Dengan demikian PVMBG akan memberikan peringatan bertingkat mulai waspada, siaga dan awas dan segera ambil tindakan dengan evakuasi masyarakat sekitar.

Namun kali ini Semeru tiba-tiba saja meletus tanpa menunjukkan tanda-tanda erupsi sebelumnya sehingga peringatan justru diberikan setelah erupsi terjadi.

Baca Juga: 9 Titik Lokasi Pengungsian Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro 

Surono menganggap bahwa peristiwa ini janggal sebab Semeru selalu menunjukkan tanda-tanda bertingkat sebelum terjadi erupsi mendadak.

Menurut Surono erupsi mendadak tanpa peringatan tersebut juga menjadi peringatan bagi peneliti untuk meneliti kembali Gunung Semeru.

Sebab menurutnya kejadian pada Rabu kemarin memiliki efek berbahaya kepada masyarakat sekitar yang belum di evakuasi saat erupsi.

Kecuali bahaya awan panas guguran yang memang tak bisa di prediksi yang menjadi ciri khas Semeru daripada gunung berapi lainnya di Indonesia.

Menurut Surono, awan panas yang terjadi di Semeru sering kali merupakan jenis awan panas guguran yang dihasilkan dari material lava yang sudah membeku namun di dalamnya masih terdapat api atau gas. 

Sehingga hal itu menambah daftar kejanggalan disamping potensi bahaya yang tidak selalu didahului oleh tanda-tanda vulkanik yang signifikan seperti gempa vulkanik, seperti yang terjadi pada erupsi eksplosif biasa.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X