SketsaNusantara.id - Ahli vulkanologi dan mantan Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono menyatakan banyak kejanggalan dalam letusan gunung Semeru pada Rabu, 19 November 2025.
Sebagai ahli vulkanologi ia memberikan pandangan mendalam mengenai karakteristik dan mitigasi bencana terkait erupsi Gunung Semeru, termasuk mengenai beberapa aspek yang ia anggap janggal dalam peristiwa letusan.
Seperti dilansir dari SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, Surono menjelaskan bahwa kejanggalan tersebut terlihat pada aktivitas tiba-tiba dari Semeru yang kemudian erupsi.
Ia menyoroti status yang diberikan oleh PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) dimana biasanya Semeru akan memberikan signal aktivitas meningkat apabila hendak erupsi.
Dengan demikian PVMBG akan memberikan peringatan bertingkat mulai waspada, siaga dan awas dan segera ambil tindakan dengan evakuasi masyarakat sekitar.
Namun kali ini Semeru tiba-tiba saja meletus tanpa menunjukkan tanda-tanda erupsi sebelumnya sehingga peringatan justru diberikan setelah erupsi terjadi.
Baca Juga: 9 Titik Lokasi Pengungsian Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro
Surono menganggap bahwa peristiwa ini janggal sebab Semeru selalu menunjukkan tanda-tanda bertingkat sebelum terjadi erupsi mendadak.
Menurut Surono erupsi mendadak tanpa peringatan tersebut juga menjadi peringatan bagi peneliti untuk meneliti kembali Gunung Semeru.
Sebab menurutnya kejadian pada Rabu kemarin memiliki efek berbahaya kepada masyarakat sekitar yang belum di evakuasi saat erupsi.
Kecuali bahaya awan panas guguran yang memang tak bisa di prediksi yang menjadi ciri khas Semeru daripada gunung berapi lainnya di Indonesia.
Menurut Surono, awan panas yang terjadi di Semeru sering kali merupakan jenis awan panas guguran yang dihasilkan dari material lava yang sudah membeku namun di dalamnya masih terdapat api atau gas.
Sehingga hal itu menambah daftar kejanggalan disamping potensi bahaya yang tidak selalu didahului oleh tanda-tanda vulkanik yang signifikan seperti gempa vulkanik, seperti yang terjadi pada erupsi eksplosif biasa.
Artikel Terkait
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 2000 Meter
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Luncurkan Awan Panas Hingga 5 Kilometer, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada
Jalur Pendakian Ditutup Pasca Gunung Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas, Begini Kondisi Para Pendaki yang Berada di Ranu Kumbolo
5 Fakta Erupsi Gunung Semeru, 178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo hingga Status Tanggap Darurat di Lumajang
Tidak Patut Ditiru! Viral Video Warga Abadikan Detik-Detik Erupsi Gunung Semeru dari Dekat, Badan Geologi Ingatkan Bahaya Terkena Paparan Awan Panas