Ada candaan yang cukup aneh dengan menyebut lawan jenis tanpa batas dan menyampaikan narasi seperti “setiap sedotan rokok berpahala".
Bahkan ada guyonan yang terkesan murahan kepada anak-anak yang dianggap bisa membuka peluang perilaku tidak pantas.
Hingga akhirnya salah satu pemilik pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirun As-Salafi Alkholili di Geger, Bangkalan, Ismael al-Kholilie buka suara.
Ismael menegur secara terbuka kalau gaya dakwah Gus Elham yang dinilai terlalu banyak mengandalkan sensasi.
“Video njen jadi FYP berkali-kali, tapi di balik itu hujatan semakin deras kepada kalangan Gus, NU, dan pesantren,” tulis Ismael lewat akun Instagramnta yang diunggah ulang di sebuah akun X.
Ia juga menyampaikan jika fenomena viral ini justru memperparah citra buruk citra pesantren hingga munculnya persepsi negatif di masyarakat.
Ismael al-Kholilie juga menyinggung atas aksi-aksi Gus Elham yang sudah melampaui batas.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Tanggapan Yenny Wahid terhadap Konten Kontroversial Trans7: Pesantren sebagai Gerbang Ilmu Rakyat Kecil yang Perlu Dilihat Secara Adil
Update Kasus Kontroversi Trans 7 dan Pondok Pesantren, Stasiun Televisi Pilih Putus Kontrak Kerja Pihak yang Bersangkutan!
Kecam Keras Tayangan Soal Dugaan Pelecehan Pondok Pesantren Lirboyo, Aliansi Santri Jember Desak Trans Media Minta Maaf Terbuka
Kearifan Pesantren dan Kecerobohan Trans7
Ustad Derry Sulaiman Puji DJ Amoy Karamoy yang Memasukkan Anaknya ke Pesantren, Pilih Doakan Begini