Minggu, 19 Juli 2026

Kisah Qaniacraft Ecoprint, UMKM Fesyen Ramah Lingkungan Bekasi yang Naik Kelas Lewat Pelatihan Rumah BUMN BRI

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Jumat, 7 November 2025 | 12:00 WIB
Bangkit dari kegagalan, UMKM Ecoprint Bekasi ini sukses berkembang berkat pendampingan BRIncubator BRI dan komunitas kreatif (Dok. BRI)
Bangkit dari kegagalan, UMKM Ecoprint Bekasi ini sukses berkembang berkat pendampingan BRIncubator BRI dan komunitas kreatif (Dok. BRI)

 

SketsaNusantara.id – Kebutuhan produk fashion ramah lingkungan semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tren tersebut membuka peluang baru bagi pelaku UMKM, termasuk Qaniacraft Ecoprint, usaha tekstil berbahan alami milik Aminah Tri Astuti, warga Kranggan Permai, Bekasi. Meski kini produknya dikenal luas, perjalanan usaha ini dimulai dari ketidaksengajaan dan kegagalan awal yang sempat membuatnya nyaris menyerah.

Aminah pertama kali mengenal teknik ecoprint ketika membantu anaknya mencari referensi tugas sekolah. Alih-alih menemukan informasi tentang shibori, ia justru tertarik pada teknik pencetakan motif dari dedaunan. Percobaan awalnya gagal total karena salah menggunakan alat, namun justru kegagalan itu menjadi titik balik yang membuatnya ingin belajar lebih dalam.

Pada masa pandemi, ketika aktivitas luar rumah dibatasi, Aminah memanfaatkan waktunya untuk mengikuti berbagai pelatihan daring, mempelajari teknik pewarnaan alami, hingga bergabung dengan komunitas pengrajin. Dari proses belajar itulah lahir Qaniacraft Ecoprint, sebuah brand lokal yang fokus pada produk fesyen berbahan kain alami dengan motif khas daun dan bunga.

Baca Juga: BRI Ajak Generasi Muda Selamatkan Bumi: Tanam Mangrove, Olah Limbah Plastik, dan Wujudkan Aksi Iklim Nyata

Qaniacraft kini memproduksi beragam busana seperti pashmina, vest, outer, dan pakaian kasual modern. Seluruh proses dikerjakan manual, mulai dari pembersihan kain (scouring), pemordanan, hingga teknik pewarnaan dengan metode steam dan pounding. Satu produk dapat melalui proses dua hingga tiga minggu karena mengandalkan teknik natural dye yang membutuhkan ketelitian tinggi.

Tak hanya membangun usaha pribadi, Aminah turut membentuk komunitas Bekasi Ecoprint Club yang beranggotakan 13 brand lokal. Melalui komunitas ini, para pengrajin mengadakan kegiatan bersama seperti pameran, fashion show, hingga sesi belajar teknik baru. Bagi Aminah, keberadaan komunitas menjadi ruang untuk berkembang sekaligus meningkatkan kualitas produk para pelaku UMKM di wilayah Bekasi.

Langkah Aminah semakin mantap ketika ia bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta pada pertengahan 2025. Melalui program pelatihan dan inkubasi bisnis BRIncubator, ia mengikuti kelas intensif selama tiga bulan yang berfokus pada pemasaran digital, strategi bisnis, dan pengembangan produk. Program tersebut membuka wawasannya tentang riset pasar, trik promosi, hingga cara membangun identitas brand agar mampu bersaing.

Baca Juga: PIP Termin III Cair Bulan November, Siswa SMA Dapat Bantuan Rp900 Ribu hingga Rp1,8 Juta dari BRI dan BNI

Aminah mengakui bahwa pendampingan yang diberikan BRI berdampak langsung pada perkembangan usahanya. Pengetahuan baru yang ia dapat membuat strategi pemasaran Qaniacraft lebih terarah, terutama dalam memperluas jangkauan pelanggan. Ia berharap pembinaan UMKM oleh BRI dapat terus berjalan agar semakin banyak pelaku usaha kecil yang siap naik kelas.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa BRIncubator merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas UMKM binaan Rumah BUMN melalui kurasi, pelatihan, dan pendampingan intensif.

Program ini bertujuan membantu UMKM memperkuat daya saing dan berorientasi pada pasar global. Hingga saat ini, BRI mengelola 54 Rumah BUMN yang telah menyelenggarakan lebih dari 17 ribu pelatihan untuk pelaku UMKM di berbagai daerah.

Baca Juga: PIP Cair Bulan November! Siswa SD, SMP, SMA Cek Saldo Rekening Rp1,8 Juta dari BRI dan BNI 

Melalui peningkatan literasi digital, pendampingan usaha, dan akses pemasaran yang lebih luas, BRI terus mendorong UMKM untuk tumbuh berkelanjutan dan memberikan nilai tambah di pasar domestik maupun internasional. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan UMKM nasional.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X