Kamis, 4 Juni 2026

Roadshow Journalism 360 di Tasikmalaya: Promedia Dorong Media Lokal Bertumbuh dengan Konsep Economic Sharing

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 7 November 2025 | 10:30 WIB
Foto bersama dalam event Mediapreneur Talks Promedia 2025 di Hotel Santika Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Kamis, 6 November 2025.  (Dok. Promedia)
Foto bersama dalam event Mediapreneur Talks Promedia 2025 di Hotel Santika Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Kamis, 6 November 2025. (Dok. Promedia)

Ia kemudian mendorong seluruh insan jurnalis di Tasikmalaya untuk meningkatkan optimisme dalam membangun dan mempertahankan brand media yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

“Kita sepakat untuk bersama-sama bangun optimisme bahwa bisnis informasi tidak akan pernah mati,” katanya.

Baca Juga: Heboh ID Card Jurnalis Dicabut Istana, CEO Promedia: Tindakan Berlebihan Justru Merusak Citra Presiden Prabowo

Sementara itu, Ketua Komite Publisher Right (atau dikenal juga sebagai Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas – KTP2JB), Suprapto Sastro Atmojo, menyampaikan bahwa perusahaan pers yang belum terverifikasi oleh Dewan Pers namun telah berstatus badan hukum tetap dapat memperoleh manfaat dari Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024.

“Perusahaan pers yang belum terverifikasi tapi sudah menjadi badan hukum, sehingga bisa mendapatkan benefit (manfaat) dengan adanya Perpres,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan bahwa pelatihan jurnalisme berkualitas bisa dilaksanakan oleh platform digital secara mandiri atau melalui kerja sama dengan perusahaan media atau komite terkait.

“Program dan pelatihan jurnalisme berkualitas dapat diselenggarakan sendiri oleh perusahaan platform digital,” jelasnya.

“Dan diselenggarakan dalam kerja sama dengan perusahaan media, atau pun diselenggarakan dalam koordinasi dengan komite (publisher rights),” imbuhnya.

Pada sesi yang membahas iklan digital, Ilona Juwita selaku CEO Props menyoroti pertumbuhan industri periklanan digital di Indonesia yang diperkirakan tumbuh 5,1 persen di tahun 2025 dengan nilai mencapai sekitar USD 4 juta atau setara dengan ±Rp 64,9 miliar (kurs Rp 16.288).

“Pertumbuhan iklan di Indonesia di tahun 2025 diperkirakan sebesar 5,1 persen dengan nilai sekitar 4 juta dolar AS (setara Rp64,9 miliar dengan kurs Rp16.288),” paparnya.

Ilona juga memberi penekanan bahwa pengelolaan data pelanggan kini menjadi sama pentingnya dengan konten untuk membuka peluang monetisasi ruang iklan digital.

“Tidak hanya konten, pengelolaan data pelanggan menjadi sama pentingnya untuk memastikan pengalaman berkunjung yang tepat, dan peluang baru dalam monetisasi iklan,” sebutnya.

Ia menyimpulkan bahwa para pengusaha media dapat meningkatkan penjualan ruang iklan digital seiring peningkatan kualitas konten.

“Jadi kita bisa kembangkan berbagai konten agar meningkatkan programmatic advertising,” tandasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.idKlik di sini!

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X