SketsaNusantara.id - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan publik.
Proyek ambisius yang digagas pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo itu kini disebut telah menghabiskan anggaran yang sangat besar, bahkan sebagian di antaranya diklaim sudah melebihi alokasi awal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Akademisi Indonesia yang kini mengajar di Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Sulfikar Amir, mengungkapkan bahwa proyek IKN telah menggunakan dana sekitar Rp122 hingga Rp125 triliun.
Baca Juga: Tahap II IKN Dimulai November: 20 Ribu Pekerja Dikerahkan, Dana Triliunan Siap Digelontorkan
Ia juga menyoroti pengelolaan otoritas proyek yang pada tiga tahun pertama berada sepenuhnya di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Mereka punya otoritas penuh menentukan siapa yang membangun, siapa yang mendesain, dan sebagainya. Ini semua wilayahnya Kementerian PUPR,” kata Sulfikar Amir dalam podcast di kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Kamis, 6 November 2025.
Ia menambahkan, “Waktu itu, Otorita IKN sudah terbentuk, tapi belum diberi otoritas, masih administrasi.”
Baca Juga: IKN Disebut Tak Sah secara Konstitusi, Badan Otorita Dinilai Langgar UUD dan Rampas Aset Daerah
Pemerintah tidak hanya mengandalkan dana APBN untuk membiayai pembangunan IKN. Salah satu mekanisme yang diterapkan adalah Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Skema ini memungkinkan partisipasi sektor swasta dalam membiayai sebagian proyek, terutama di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP).
Menurut Sulfikar, skema KPBU dipilih karena keterbatasan kemampuan keuangan negara. Pemerintah berharap dukungan investasi swasta dapat mempercepat penyelesaian pembangunan tanpa membebani APBN lebih jauh.
“KPBU itu untuk wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, di mana mereka ingin keterlibatan dan partisipasi dari pihak swasta dalam pembangunan kawasan inti,” jelas Sulfikar.
Ia juga menyebutkan bahwa hingga saat ini, proyek yang sudah terealisasi lewat investasi swasta masih terbatas.
“Baru satu kan, yang bangun hotel itu,” ujarnya merujuk pada proyek konsorsium Aguan cs yang menjadi pionir investasi di kawasan IKN.
Artikel Terkait
Belum Juga Beroperasi, Lokasi IKN Sudah Jadi Sarang Prostitusi Online, Cak Imin: Waduh, Masa Iya?
Belum Ada yang Pindah ke IKN, NasDem Dorong Gibran Duluan Ngantor di Ibu Kota Nusantara, Golkar Cuma Bilang 'Terserah Pemerintah'
Sering Diisukan Mangkrak, Basuki Hadimuljono Bongkar Tahun Berapa Prabowo Perintahkan IKN Resmi Digunakan
Dukungan Investor Asing pada IKN Menguat, Anhui China Siap Perluas Investasi di Perumahan dan Infrastruktur
Berjanji Pembangunan Tak akan Jawa Sentris, Wakil Presiden Gibran Hadiri Ulang Tahun Panglima Jillah di Kalimantan, Singgung IKN