Kamis, 4 Juni 2026

Megawati di Seminar KAA Blitar Ungkap Fakta Lama: Soeharto Larang Soekarno Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 1 November 2025 | 15:30 WIB
Megawati Soekarnoputri di seminar KAA Blitar  (Tangkapan layar YouTube KOMPASTV )
Megawati Soekarnoputri di seminar KAA Blitar (Tangkapan layar YouTube KOMPASTV )

SketsaNusantara.id - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri hadir dan berpidato di seminar Konferensi Asia Afrika di Blitar pada Sabtu, 1 November 2025.

Megawati tidak hanya bicara tentang Geopolitik global dan reformasi PBB, tetapi juga menyinggung kisah di balik tempat peristirahatan terakhir ayahnya, Presiden pertama RI, Soekarno.

Blitar yang saat ini menjadi tempat seminar Konferensi Asia Afrika diselenggarakan merupakan tempat peristirahatan terakhir Soekarno yang memiliki kisah tersendiri.

Di kota tempat Sang Proklamator dimakamkan ini, Megawati menyampaikan refleksi yang menyentuh hati tentang keputusan politik di masa lalu yang menyebabkan Soekarno tidak dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

Baca Juga: PDIP Tolak Keras Soeharto Diusulkan Menjadi Pahlawan Nasional, Ini Alasannya

"Bung Karno ayah saya itu berjuang betul sampai akhir hayatnya," ungkap Megawati dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.

"Hanya untuk dimakamkan saja, susahnya bukan main, makanya beliau tidak seperti biasanya dimakamkan di makam pahlawan tapi beliau dimakamkan disini (Blitar)," imbuhnnya.

Megawati mengatakan bahwa saat meninggal dunia ia juga harus berjuang sebab tak diizinkan dimakamkan di taman makam pahlawan.

Baca Juga: 6 Narapidana Terkenal yang Pernah Ditahan di Lapas Nusakambangan, Ada Anak Presiden Soeharto, Terbaru Aktor Ammar Zoni

Namun ia juga menjelaskan bahwa sebetulnya makam Soekarno saat ini juga makam pahlawan dari pejuang PETA yang tidak terpelihara.

"Dulu presiden Soeharto pada waktu itu beliau Bung Karno ketika keluarga meminta untuk ditempatkan sewajarnya, Taman Maka Pahlawan Kalibata beliau tidak setuju tapi ditaruh disini (Blitar)," ungkap Megawati lagi.

"Sehingga sampai akhir hayat pun beliau menuntut saya tetap berjuang bagi dirinya sendiri karena hanya untuk dimakamkan saja tidak mudah," tegasnya.

Namun meski harus berjuang seumur hidup hingga akhir hayatnya, menurut Megawati apa yang dilakukan Soekarno semasa hidupnya tak pernah sia-sia.

Sebab meski tidak dimakamkan di makam pahlawan Kalibata tapi justru ditempatkan di Blitar, namun justru makam Soekarno di Blitar lebih populer daripada taman makam pahlawan Kalibata sendiri.***

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X