SketsaNusantara.id – Pemerintah Indonesia saat ini sedang berusaha memulangkan 110 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kamboja.
110 WNI) yang yang saat ini sedang berusaha dipulangkan adalah korban sindikat penipuan daring (online scam) di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja.
Mereka adalah korban perusahaan sindikat online scam berkedok perusahaan online digital dan terjebak kericuhan ketika berusaha melarikan diri.
Baca Juga: Kementerian P2MI Kaget Ada Penerbangan ke Kamboja 5 Kali Seminggu: Mungkin Mereka Tur ke Sana
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa Kamboja secara resmi bukanlah negara tujuan penempatan pekerja migran Indonesia.
"Perlu saya ingatkan lagi, bahwa Kamboja bukan negara penempatan bagi pekerja migran Indonesia," ungkap Mukhtarudin dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
"Pemerintah juga secara G to G (Government to Government) Pemerintah dan pemerintah Kamboja belum membuat sebuah agreement tentang dijadikannya Kamboja sebagai negara penempatan tenaga migran," tegasnya.
"Artinya jika saat ini ada pekerja migran itu non prosedural illegal ataupun bukan jalur resmi," tegasnya lagi.
Berdasarkan fakta tersebut, setiap WNI yang bekerja di Kamboja tanpa melalui prosedur resmi pemerintah dapat dikategorikan sebagai pekerja migran ilegal atau non-prosedural.
Penegasan ini disampaikan Mukhtarudin seiring dengan upaya pemerintah, melalui Kementerian P2MI dan KBRI Phnom Penh, dalam menangani dan memulangkan ratusan WNI yang terjebak dalam lingkaran penipuan kerja.
Baca Juga: Kasus Viral di Media Sosial: Dugaan Perdagangan Orang oleh 2 Warga Jabar Menuju Kamboja
Untuk itu Mukhtarudin meminta masyarakat agar tak tergiur jika ada tawaran pekerjaan diluar negeri yang mencurigakan khususnya Kamboja.
Meski demikian, pemerintah saat ini telah berkomitmen untuk memulangkan seluruh WNI tersebut secara bertahap.
Artikel Terkait
Jerit Tangis Memilukan Warga Indonesia di Kamboja, Minta Tolong Hotman karena Lari dari Kekejaman Perusahaan
Dinar Candy Ungkap Fakta Miris TKI di Kamboja, Banyak yang Tidak Digaji dan Disekap?
Tak Hanya Borobudur, Ini Jejak Luar Biasa Dinasti Syailendra yang Pernah Kuasai Jawa dan Berpengaruh ke Asia
Belanja Daerah Tersendat, Misbakhun Tegaskan Dana Rp234 Triliun Harus Segera Digerakkan untuk Rakyat
Menag Nasaruddin Umar Bentuk Satgas Khusus, Bongkar Ruang Gelap Kekerasan di Pesantren Lewat Regulasi Baru
Viral Aksi Pembegalan di Jalan Sumatera Jember, Pelaku Diduga Bawa Senjata Tajam, Netizen: Padahal Masih Jam 9