SketsaNusantara.id - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah berjalan selama setahun sejak pelantikan pada 20 Oktober 2024 lalu.
Selama setahun memimpin, sejumlah program berhasil dilaksanakan, salah satunya elektrifikasi bagi rumah tangga di desa-desa tertinggal.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan, selama setahun pemerintah telah membangun jaringan listrik di 1.100 desa.
“Tahun ini bapak presiden kita mampu membangun jaringan di 1.100 lebih desa,” ujarnya dalam konferensi pers di Istana pada Jumat, 24 Oktober 2025.
Bahlil menambahkan, pemerintah menargetkan semua desa di Indonesia sudah dialiri listrik pada 2030 mendatang.
Ketua Umum Partai Golkar ini menilai, program prioritas pemerintah tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian Prabowo terhadap anak-anak yang tinggal di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar.
“Presiden mempunyai perhatian khusus kepada anak-anak kita di pedalaman-pedalama, daerah-daerah 3T,” ujarnya.
Bahlil melanjutkan, program tersebut berkaitan dengan keinginan Prabowo agar sekolah-sekolah di pedalaman dan daerah 3T mulai memakai teknologi.
“Presiden punya keinginan agar sekolah-sekolah itu harus memakai teknologi, pakai layar. Jadi mau tidak mau listrik harus kita masukkan,” terangnya.
Mantan Menteri Investasi tersebut menambahkan, ada 2 model pasokan listrik yang dibangun pemerintah, salah satunya listrik tenaga surya.
Artikel Terkait
Ngaku Jerih Payah Sendiri, Sandra Dewi Protes Aset Pribadi Ikut Disita Kejagung: Ada Ratusan Perhiasan Hasil Endorse
Desa Bertransformasi Jadi Motor Ekonomi Lokal, BRI Apresiasi Inovasi Masyarakat Lewat Penghargaan Desa BRILiaN 2024
Penerbangan Jember-Bali Segera Dibuka, Anggota DPR RI Gus Rivqy: Lion Air Siap Layani Flight 3 Kali Seminggu
Diduga Rem Blog, Truk Fuso Angkut Logistik Masuk Jurang di Jalur Gumitir, Netizen Ungkap Kondisi Sopir
Sandra Dewi Punya 2 Kondominium di Gading Serpong, Intip Deretan Aset Properti Istri Harvey Moeis yang Disita Kejagung