Kamis, 4 Juni 2026

Lapangan Kerja Masih Seret, Pemerintah Tambah 80.000 Peserta Magang Nasional dengan Anggaran Rp1,4 Triliun

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi, lapangan pekerjaan di Indonesia. (Pexels/EVG Kowalievska)
Ilustrasi, lapangan pekerjaan di Indonesia. (Pexels/EVG Kowalievska)

SketsaNusantara.id - Pemerintah kembali memperluas Program Magang Nasional untuk membuka kesempatan kerja bagi lebih banyak lulusan muda.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran terdidik yang masih tinggi di berbagai daerah.

Setelah gelombang pertama resmi diumumkan, kini kuota peserta magang ditingkatkan secara signifikan.

Baca Juga: Update Kasus Kontroversi Trans 7 dan Pondok Pesantren, Stasiun Televisi Pilih Putus Kontrak Kerja Pihak yang Bersangkutan!

Program ini dirancang untuk memberi akses pengalaman kerja nyata bagi lulusan baru di berbagai sektor industri.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pemerintah akan menyiapkan anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk menambah 80.000 peserta baru dalam program Magang Nasional yang akan dimulai bulan depan.

“Akan kita jalankan di bulan depan November (Program Magang Nasional). Itu kurang lebih Rp1,4 triliun,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Jumat 17 Oktober 2025.

Baca Juga: Anies Baswedan Soroti PHK 2025: 42 Ribu Pekerja Kehilangan Mata Pencaharian, Lapangan Kerja Formal Makin Sulit

Menurut Prasetyo, bidang psikologi menjadi yang paling banyak diminati peserta, disusul sektor industri dan manajemen bisnis.

Ia juga menyebut bahwa perusahaan BUMN serta swasta nasional menjadi lokasi magang yang paling diminati.

Pemerintah berharap, program ini dapat menjangkau berbagai sektor sekaligus memfasilitasi para lulusan untuk mendapatkan pengalaman kerja pertama mereka.

Selain memperluas kesempatan kerja, program ini juga diharapkan bisa menghapus hambatan klasik yang sering dihadapi lulusan baru.

“Kalau selama ini untuk melamar pekerjaan biasanya dipersyaratkan harus memiliki pengalaman, ini kan menyulitkan. Kalau kita tidak memiliki terobosan maka generasi selanjutnya akan sulit mencari pekerjaan,” kata Prasetyo.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X