Ia lahir dari keluarga sederhana, bahkan pernah tinggal di losmen sempit usai tempat kerja ayahnya ditutup oleh pemerintah Orde Baru karena berbeda pandangan politik.
Meski lahir dari keluarga sederhana, Chairul Tanjung memiliki minat tinggi untuk melanjutkan pendidikannya hingga ke tahap perguruan tinggi.
Chairul yang berhasil masuk ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini kemudian memutar otak agar bisa mencari unang untuk biaya kuliah.
Ia pun mulai berbisnis buku hingga mendirikan fotokopian.
Sejak mahasiswa, insting bisnis Chairul Tanjung mulai dilatih dengan mendirikan sejumlah usaha.
Ia bahkan pernah membuka toko peralatan laboratorium meski akhirnya bangkrut.
Baca Juga: Ramai Seruan Boikot, Trans 7 Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Pondok Pesantren Lirboyo
Setelah meraih gelar dokternya, Chairul Tanjung mendirikan PT Pariati Shindutama bersama beberapa rekannya.
Namun kemudian usahanya pecah kongsi hingga akhirnya Chairul Tanjung mendirikan usahanya sendiri.
Setelah jatuh bangun, akhirnya Chairul Tanjung berhasil mendirikan kerajaan bisnisnya yang kini menggurita.
Lewat Para Group, ia memiliki beberapa perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, properti hingga investasi.
Tak hanya itu, bisnisnya juga merambah ke dunia multimedia, salah satunya Trans Corp yang menaungi Trans7.
Kiprahnya selama puluhan tahun sebagai seorang pengusaha kemudian membuatnya dipercaya sebagai Menteri Koordinator bidang perekonomian pada masa pemerintahan SBY.
Pada tahun 2014, saat menjabat sebagai menteri, kekayaan Chairul Tanjung berdasarkan LHKPN-nya, ia diketahui memiliki kekayaan sebanyak Rp7,8 trilun.
Artikel Terkait
Beri Mahar Cek Rp3 Miliar, PIhak Vendor Pernikahan Akui Kesulitan Menagih Pembayaran ke Mbah Tarman
Viral Rekaman Suara Diduga Sheila, Tak Terima Mahar Cek Rp3 Miliar Pemberian Mbah Tarman Disebut Palsu
Bukan Hanya Memalsukan Produk Gluten Free, Felicia Novenna Diduga Juga Palsukan Gelar Cumlaude
Viral Siswa Tak Sentuh Menu Makanan MBG Sama Sekali, Hanya Diambil Bagian Ini Saja...