Kamis, 4 Juni 2026

Forum JPP Promedia Bahas Perang Harga, Suzuki Ungkap Strategi Pasar dan Target Zero Net Emission

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 06:30 WIB
Ketua Pokja Jurnalis Otomotif Promedia, Hadi Suprapto (kiri) dan Deputy Managing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra (kanan) dalam forum JPP Promedia, pada Kamis, 9 Oktober 2025 (Dok. Promedia)
Ketua Pokja Jurnalis Otomotif Promedia, Hadi Suprapto (kiri) dan Deputy Managing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra (kanan) dalam forum JPP Promedia, pada Kamis, 9 Oktober 2025 (Dok. Promedia)

SketsaNusantara.id - Fenomena perang harga di industri otomotif Indonesia kembali menjadi sorotan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pabrikan kendaraan disebut melakukan strategi penurunan harga yang cukup signifikan. Strategi ini memunculkan dinamika baru dalam persaingan pasar otomotif nasional.

Topik tersebut menjadi bahasan utama dalam forum diskusi yang digelar oleh Jaringan Pemred Promedia (JPP) bersama PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Kamis 9 Oktober 2025.

Baca Juga: Audiensi JPP Promedia dan Gubernur Ahmad Luthfi Ungkap Komitmen Media Dukung Pembangunan Jawa Tengah

Acara daring tersebut menghadirkan Deputy Managing Director 4W Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra, dan dipandu oleh Ketua Pokja Jurnalis Otomotif Promedia, Hadi Suprapto.

Dalam kesempatan itu, para peserta diajak membedah strategi pemasaran Suzuki di tengah ketatnya kompetisi otomotif.

Hadi membuka diskusi dengan menyoroti kondisi pasar yang kian kompetitif, terutama sejak munculnya fenomena perang harga antarpabrikan.

Baca Juga: Lewat JPP Talks Andra Soni Paparkan Visi Banten Maju, Komitmen Bangkitkan Harapan dan Perjuangkan Keadilan

Menanggapi hal tersebut, Donny Saputra menyampaikan pandangannya secara terbuka.

“Kita lihat beberapa pabrikan melakukan strategi perang harga khususnya di industri otomotif. Bahkan saya lihat, penurunan harga menurut kami di luar batas kewajaran,” ujarnya.

Menurut Donny, praktik penurunan harga di pasar mobil baru bisa mencapai hingga 10 persen. Kondisi ini, katanya, tidak hanya berdampak pada satu merek tertentu, tetapi juga pada dinamika kompetisi secara keseluruhan.

“Contoh, ada merek tertentu secara drastis menurunkan harga kendaraan barunya lebih dari 10 persen, dan ini dampaknya tidak hanya terjadi terhadap merek tertentu tapi juga terhadap kompetisi yang ada,” sebutnya.

Kendati demikian, Donny menganggap fenomena perang harga bukanlah hal baru di industri otomotif. Ia menilai, strategi tersebut sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X