Kamis, 4 Juni 2026

Sampaikan Duka Mendalam Pasca Kecelakaan Maut, Gubernur Jatim Khofifah dan Bupati Jember Gus Fawait Melayat ke Rumah Keluarga

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Senin, 15 September 2025 | 18:18 WIB
Bupati Jember Gus Fawait dan Gubernur Jatim Khofifah saat kunjungi keluarga. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Bupati Jember Gus Fawait dan Gubernur Jatim Khofifah saat kunjungi keluarga. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Duka yang mendalam diungkapkan saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Jember Muhammad Fawait, saat mengunjungi keluarga korban laka lantas yang menyebabkan sejumlah karyawan RS Bina Sehat Jember meninggal dunia.

Di Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Gubernur Jatim Khofifah dan Gus Fawait secara langsung mengunjungi keluarga Hendra Pratama, korban kecelakaan yang merupakan karyawan RS Bina Sehat.

Kejadian tragis yang berlangsung di Kabupaten Probolinggo pada Minggu, 14 September 2025, tersebut merenggut delapan jiwa.

Baca Juga: Polisi Terus Selidiki Kasus Kecelakaan Maut di Probolinggo, Dirgakkum Korlantas Polri: Pemeriksaan Saksi Terus Berjalan

Dalam momen itu, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa duka cita yang mendalam serta memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah lanjutan yang akan diambil oleh pemerintah.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, kita semua berduka. Kecelakaan yang terjadi kemarin telah menewaskan delapan orang, dan mereka sudah dimakamkan,” ujarnya.

“Saat ini, tim lalu lintas dari Polres Probolinggo sedang melakukan penyelidikan, dan dalam waktu dekat, KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) akan hadir untuk meninjau keadaan jalan. Kita perlu mengevaluasi kemungkinan adanya hal yang perlu diperhatikan, khususnya pada tikungan berbahaya," jelas Khofifah.

Baca Juga: Update Kecelakaan Naas di Probolinggo, Owner RS Bina Sehat Faida: 9 Orang Jalani Operasi Patah Tulang dan Bedah Saraf

Khofifah juga menekankan pentingnya melakukan langkah pencegahan jangka panjang untuk keselamatan para pengguna jalan.

Ia mengemukakan rencana pembangunan jalur penyelamat di area yang rawan kecelakaan, mirip dengan yang telah diterapkan di Pacet, Mojokerto.

"Jalur penyelamat bisa menjadi solusi ketika terjadi masalah pada rem. Kendaraan dapat dialihkan ke jalur khusus yang berisi pasir, sehingga tidak menyebabkan tabrakan atau korban jiwa. Namun, kita perlu menunggu hasil evaluasi dari KNKT untuk menentukan langkah yang tepat," tambahnya.

Baca Juga: Pasca Kecelakaan yang Menewaskan Sejumlah Karyawan RS Bina Sehat, Khofifah Minta Dishub Evaluasi Bus Pariwisata

Khofifah menegaskan bahwa jalur Probolinggo - Bromo merupakan salah satu jalur penting yang menjadi pusat mobilitas bagi masyarakat serta wisatawan baik domestik maupun asing, sehingga perlu dilakukan evaluasi menyeluruh.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa pihaknya merasakan duka yang mendalam atas insiden tersebut.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X