SketsaNusantara.id - Pihak Universitas Islam Bandung atau UNISBA buka suara terkait insiden penembakan gas air mata ke area kampus yang terjadi pada Senin malam, 1 Agustus 2025.
Rektor UNISBA, Prof. Ir. A. Harits Nu’man mengungkapkan pihaknya dengan tegas menolak segala aksi kriminalisasi dan anarkisme.
“UNISBA sebagai kampus perjuangan menolak kriminalisasi, menolak anarkisme dan juga menolak dengan tegas bentuk ketidakadilan, penjarahan maupun tindakan yang berpotensi merusak harmoni sosial,” ungkap Harits.
Pada kesempatan itu juga, Harits mengungkapkan laporan kronologi yang diterimanya.
Kepada awak media, ia mengatakan aksi demonstrasi selesai sejak Senin sore, 1 September 2025 pukul 17.00 WIB.
Massa membubarkan diri dan kembali ke tempat maupun kampus masing-masing. Kendati demikian, Harits mengaku mendapatkan laporan adanya beberapa massa yang bergerombol.
“Ada beberapa massa yang tetap bergerombol, sehingga potensi untuk kerusuhan itu bisa jadi secara spontan itu terjadi,” ungkapnya.
Sementara itu, UNISBA yang menjadi posko medis selama aksi demonstrasi di Gedung DPRD Jawa Barat sejak beberapa hari yang lalu mulai didatangi korban pada 17.20 WIB.
Setelah selesai menangani para korban, posko medis di UNISBA tutup sekitar pukul 21.00 WIB.
Baca Juga: Ferry Irwandi Jadi Orator Utama di Depan DPR, Suarakan Tuntutan Rakyat dan Kritik Pemerintah
Harits juga menjabarkan penyebab insiden tersebut terjadi hingga dini hari.
Artikel Terkait
Jenguk dan Naikkan Pangkat Polisi yang Alami Cedera, Prabowo Nyatakan Perang Pada Tindakan Makar Saat Demo
Rumah Ahmad Sahroni Jadi Target Penjarahan, Pernah Harapkan Ada yang Membongkar Rumahnya, Doa Dikabulkan Rakyat?
Settingan? Viral Pertemuan Gibran Rakabuming Raka dan Pengemudi Ojol, Netizen Soroti Penampilan Jaket Bersih dan Sepatu Jutaan
Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marheen Dijemput Paksa Polisi, Walhi: Hentikan Represi dan Kriminalisasi
Ferry Irwandi Jadi Orator Utama di Depan DPR, Suarakan Tuntutan Rakyat dan Kritik Pemerintah
Dua Kali Rumahnya Dijarah, Sri Mulyani Angkat Suara dan Serukan Perbaikan Demokrasi yang Sejati Tanpa Harus Terjebak dalam Anarki