Kamis, 4 Juni 2026

Dokumentasi Mahal! Ini Dia Kesaksian Langsung Penumpang KRL Rute Surabaya-Sidoarjo yang Mengalami Rem Blong

Photo Author
Nurul Olivia Ulfa, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 23 Agustus 2025 | 18:30 WIB
Dokumentasi asli dan kesaksian penumpang KRL Surabaya-Sidoarjo yang mengalami rem blong (gambar hanya ilustrasi). (Pexels/Muhammad fawwaz labib)
Dokumentasi asli dan kesaksian penumpang KRL Surabaya-Sidoarjo yang mengalami rem blong (gambar hanya ilustrasi). (Pexels/Muhammad fawwaz labib)

 


SketsaNusantara.id - Insiden rem blong yang menimpa KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line Jenggala 471A masih menyisakan trauma bagi para penumpangnya.

Peristiwa rem blong yang menimpa KRL rute Surabaya-Sidoarjo ini terjadi pada 19 Agustus 2025 lalu.

Sebuah kesaksian dari salah satu penumpang KRL saat insiden itu terjadi viral di sosial media TikTok.

Baca Juga: Ivan Gunawan Kesal Karya Desain Kerudung Miliknya Dibajak dan Dijual di Marketplace: Rasa Malunya Sudah Nggak Ada!

Berdasarkan penelusuran tim SketsaNusantara.id, video viral tersebut diunggah oleh akun TikTok @bobyapriann pada 21 Agustus 2025.

“Awal keberangkatan pukul 18:21 dari Stasiun Gubeng-Sidoarjo. Awalnya memang semua berjalan lancar tidak ada apa-apa, sampai di Stasiun Gedangan, posisi ada di pukul 19:01,” kata akun TikTok @bobyapriann dikutip oleh tim redaksi.

Di tengah perjalanan, lampu kereta tiba-tiba mati dan penumpang belum menyadari bahwa saat itu kereta mulai mengalami gangguan.

Baca Juga: Emil Mario Kena Semprot Bapak-Bapak Pengendara Motor Gara-gara Klakson: Akan Kuhadapi Semuanya Tapi Bentar Touch Up Dulu

“Sampai di stasiun akhir mau ke arah Sidoarjo, lampu kereta tiba-tiba mati. Di sini tidak ada pikiran jika posisi kereta lagi lost control,” lanjutnya.

Tiba-tiba seorang kondektur menyuruh seluruh penumpang untuk mundur dan perintah itu membuat penumpang panik.

“Lalu dari arah kondektur semua orang berteriak untuk suruh mundur. Karena memang posisi lagi ada di gerbong 1, jadi semua penumpang kaget,” sambungnya.

Dengan tertib, para penumpang mengikuti arahan kondektur dan mundur ke gerbong belakang.

“Kereta lepas kendali. Posisi kereta melaju sangat kencang. Semua orang mundur di gerbong 2,” katanya.

Karena kondisi semakin genting, tanpa pikir panjang masinis turun tangan dan mencoba untuk menghentikan kereta dengan rem darurat.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X