Kamis, 4 Juni 2026

Sambangi Jokowi di Solo, Prabowo Cerita Negoisasi CEPA Tembus Setelah 10 Tahun hingga Komoditas Indonesia yang Diminati Dunia

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 20 Juli 2025 | 21:51 WIB
Momen pertemuan Prabowo Subianto dan Jokowi di Solo (Dok. Sekretarian Negara)
Momen pertemuan Prabowo Subianto dan Jokowi di Solo (Dok. Sekretarian Negara)

 

SketsaNusantara.id – Presiden Prabowo Subianto sambangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Kota Solo pada Minggu, 20 Juli 2025.

Kunjungan tersebut merupakan silaturahmi Prabowo Subianto usai 15 hari kunjungan kenegaraan ke beberapa negara.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Prabowo menyampaikan sejumlah capaian penting dari kunjungan luar negerinya.

Baca Juga: Pro Kontra Pengawalan Bobby Kertanegara Kucing Prabowo Subianto, Netizen: Seekor Kucing Buat Sibuk Sekompi!

Salah satunya keberhasilan Indonesia menuntaskan perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa setelah melalui proses panjang yang berlangsung sejak satu dekade.

“Cerita baru keliling dari luar negeri, beliau juga mengikuti rupanya. Saya ceritakan terobosan-terobosan yang kita dapat kemarin, terutama dengan Uni Eropa. 10 tahun perundingan (CEPA), akhirnya ketembus,” ujar Prabowo di kediaman Jokowi.

Prabowo dan rombongan tiba di rumah mantan presiden ke-7 itu sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung disambut oleh Jokowi serta Ibu Negara Iriana.

Baca Juga: Bikin Bangga! Disaksikan Prabowo Subianto, Prajurit TNI Jadi Garda Terdepan Defile Militer Bastille Day 2025 di Champs Elysees, Prancis

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo juga membahas berbagai isu strategis, termasuk potensi kerja sama ekonomi dengan sejumlah negara yang dikunjungi seperti Arab Saudi, Brasil, Belgia, Prancis, dan Belarus.

“Alhamdulillah dapat hasil-hasil yang lumayan, yang cukup bagus. Saya juga mampir di Belarus. Mereka punya potash, mereka butuh karet kita, mereka butuh banyak komoditas kita,” tutur Prabowo lagi.

Ia juga menegaskan bahwa posisi Indonesia saat ini sangat dihargai oleh komunitas internasional, berkat prinsip politik luar negeri yang netral, non-blok, dan menjunjung kerja sama damai.

Baca Juga: Tak Ada Kaitannya dengan Ultah Prabowo! Fadli Zon Sebut Alasan Historis Soal Penetapan 17 Oktober Sebagai Hari Kebudayaan Nasional, Ini Penjelasannya

“Dan Indonesia, ya saya meneruskan tradisi Indonesia sebagai negara non-blok, non-aligned. Kita terkenal bahwa kita tidak mau ikut blok manapun. Kita ikut di BRICS dari kepentingan ekonomi kita. Tapi kita ikut juga, kita daftar di OECD,” jelas Prabowo.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X