SketsaNusantara.id - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi murid baru SMKN 1 Klabang, Kabupaten Bondowoso memasuki hari ketiga. Kegiatan dibuat menarik namun tetap edukatif.
Salah satunya adalah materi refleksi judol yang sedang sangat marak terjadi pada masyarakat.
Materi judol disampaikan oleh guru SMKN 1 Klabang, Sulusianah. Diawali dengan penyampaian materi yang interaktif dan dilanjutkan dengan refleksi materi judol, Rabu 16 Juli 2025.
Baca Juga: 3 Contoh Surat untuk Kakak OSIS MPLS 2025 tuk Ungkapan Kagum, Bangga dan Kesan Pesan Penuh Makna
Sulusianah menegaskan, bahwasannya refleksi murid barunya tersebut dikemas dengan mengajak berfikir kritis. Dia menjelaskan, para murid cukup menjawab tiga pertanyaan. Antara lain; apa yang kamu lihat? apa yang kamu rasakan, dan apa yang kamu akan lakukan?
“Ketiga pertanyaan itu akan dijawab peserta didik sesuai dengan kemampuan literasinya. Selanjutnya, mereka bisa bisa menjawab dengan menulis di kertas atau dipercantik menggunakan aplikasi Canva,” ujar guru matematika ini.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Klabang Daris Wibisono Setiawan menambahkan, bahwasannya kegiatan refleksi tersebut sangat diperlukan. Dijelaskan, hal itu untuk melihat sejauh mana perspektif dan kemampuan berfikir kritis peserta didik dalam menganalisis sebuah fenomena sosial.
Baca Juga: Cegah Stunting dari Hulu, Wabup Jember Manfaatkan Momen MPLS SMA di Kencong untuk Sosialisasi
Pihaknya memilih persoalan judol dan segala bentuk permainan ilegal lainnya. Karena, tandas dia, maraknya permainan tersebut sama halnya mencerminkan tergerusnya nilai-nilai karakter bangsa.
“Hasil refleksi ini akan menjadi bahan analisis sekolah. Sejauh mana kepedulian peserta didik terhadap fenomena judol yang meresahkan tersebut,” imbuh Daris penuh semangat.
Suasana sempat terenyuh. Salah satu peserta didik baru, Tegar Kefin menulis refleksi tentang judol sambil menangis. Dia mengatakan, beberapa orang di sekelilingnya nyata-nyata bermain.
Baca Juga: Jelang SPMB 2025, SMKN 2 Bondowoso Gelar Expo P5 Undang Perwakilan Siswa dan Guru SMP se Kabupaten
“Jujur saya sangat sedih melihat bahayanya. Kasihan pelakunya, dampaknya bagi keluarga,” ujar Tegar sedih.
Menarik sekali jika melihat hasil refleksi yang dilakukan oleh Tegar Kefin. Dia menulis dengan aplikasi Canva. Murid tersebut mengaku berkomitmen tidak akan terperangkap dalam segala macam bentuk permainan ilegal.
Artikel Terkait
Panduan Teknis MPLS Tahun Ajaran 2024-2025 dari Kemendikbudristek, Lengkap Tingkatan PAUD, SD, SMP, SMA
Unduh Segera! Kumpulan Link Twibbon Tema MPLS 2024 Desain Keren dan Lucu untuk Diunggah ke Medsos
Gubernur Jawa Barat Hapuskan Pekerjaan Rumah dan Terapkan Jam Masuk Lebih Pagi Mulai Tahun Ajaran 2025/2026