Kamis, 4 Juni 2026

Ditolak Tetangga dan Dipecat dari Pekerjaannya, Ibu Rumah Tangga di Jember Ini Tak Menyerah Rawat 45 Kucing Terlantar Selama 4 Tahun di Rumah Sewaan

Photo Author
Gita Pamuji, Sketsa Nusantara
- Rabu, 16 Juli 2025 | 12:49 WIB
Farah Fadiana saat sedang merawat kucingnya (SketsaNusantara.id/ Gita Pamuji )
Farah Fadiana saat sedang merawat kucingnya (SketsaNusantara.id/ Gita Pamuji )

SketsaNusantara.id- Seorang Ibu Rumah Tangga asal Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Jember, Farah Fadiana Ningrum (33) rela menempuh 30 Kilometer (KM) setiap hari untuk merawat kucing.

Dirinya menyewa rumah di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, untuk menampung kucing terlantar yang ditemukan di jalanan.

“Awalnya, saya memungut kucing yang terluka akibat tertabrak pengendara motor. Sekarang saya jadi terbiasa membawa kucing yang sakit, dibuang, atau jadi korban kekerasan ke rumah aman ini,” kata Farah Fadiana, Rabu 16 Juli 2025.

Baca Juga: Waspada Dugaan Penipuan di Jember! Warga Diiming-imingi Sembako Murah dan Data Pribadi Dicuri untuk Daftar Aplikasi Pinjol, Sudah Banyak Korbannya?

Selanjutnya kata dia, tanpa disadari kucing yang berada di rumah aman (sewa rumah untuk kucing) ternyata mencapai 45 ekor.

Dibalik kesenangannya merawat hewan itu, Farah pernah mengalami pemutusan hububgan kerja (pecat) bahkan penolakan dari tetangga sekitarnya.

“Saya dulu kerja di toko daring penjualan produk perawatan kulit, tapi dipecat karena atasan saya tahu bahwa saya memelihara dan menampung banyak kucing. Sementara dia tidak suka kucing,” ujarnya.

Baca Juga: Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jember Catat Investasi Masuk Tembus Rp1,7 T, Komisi B DPRD Jember Jaga Iklim Investasinya

“Tetangga saya juga pernah membuat baliho bertuliskan usiran, karena tidak suka banyak kucing di sebelah rumahnya,” tambahnya.

Diketahui, Farah telah menyediakan rumah aman kucing-kucing terlantar sudah berjalan selama 4 tahun. Kata Farah, setelah kucing terlantar kondisinya sudah sehat dan membaik, maka akan kembali dilepaskan.

“Saya melakukan ini sejak tahun 2021 sampai sekarang 2025. Saya terus menampung kucing terlantar, sementara yang sehat dan kondisinya baik, kembali saya lepaskan,” paparnya.

Baca Juga: Cegah Kebocoran PAD, Komisi B DPRD Jember Pantau Papan Reklame Tak Berizin: Kami Lakukan Pengawasan!

Farah menambahkan, setiap harinya, dia harus menghasilkan uang 100 ribu rupiah. Pasalnya, untuk makan kucing, selalu habis pakan sebanyak 3 kilogram.

“Saya minimal harus pegang uang 100 ribu, karena habis 3 kg untuk pakan kucing setiap harinya,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X