Kini, di bawah pemerintahan baru, sejumlah proses kemungkinan masih dalam tahap penyesuaian, termasuk komunikasi antar kementerian seperti Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), hingga pihak pelaksana desain seperti ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia).
Inzaghi juga menjelaskan faktor berikutnya adalah keterlambatan penyelenggaraan sayembara desain logo. Sayembara desain logo untuk HUT ke-80 RI baru diumumkan dan digelar oleh ADGI bersama Kemenparekraf dan Kemsetneg pada 23 Mei hingga 1 Juni 2025.
Rentang waktu ini dinilai cukup mepet jika dibandingkan dengan tenggat waktu peluncuran logo. Padahal, jika proses sayembara dapat dimulai lebih awal, misalnya akhir April atau awal Mei bisa jadi pemenangnya sudah diumumkan pada awal Juni, dan logo resmi dapat diluncurkan pada pertengahan bulan yang sama.
Sayangnya, finalis lima besar baru diumumkan oleh ADGI pada awal Juli 2025. Hingga pertengahan bulan ini (13–14 Juli), publik masih belum mengetahui logo mana yang terpilih dan disahkan secara resmi oleh pemerintah.
Proses seleksi yang panjang, pertimbangan teknis, serta konfirmasi final dari kementerian terkait bisa menjadi hambatan tersendiri dalam finalisasi logo peringatan nasional ini.
Di luar urusan desain dan birokrasi, Inzaghi menyebut jika pemerintah tahun ini juga sedang disibukkan oleh agenda besar lain yaitu merevisi sejarah Indonesia.
Proyek ini dipimpin oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang menargetkan penyelesaian dokumen revisi sejarah nasional bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-80.
Program ini tentu menyita perhatian, waktu, dan sumber daya yang tidak sedikit.
Revisi sejarah bukan sekadar penyesuaian narasi, tetapi juga menyangkut validasi data, keterlibatan sejarawan, hingga pengaruh politik dan sosial yang bisa memicu perdebatan.
Dengan berbagai prioritas yang saling bersinggungan, tidak menutup kemungkinan bahwa agenda peluncuran logo HUT RI tahun ini tertunda karena perhatian pemerintah lebih tersita pada revisi sejarah nasional tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Mengenal HOS Tjokroaminoto, Tokoh yang jadi Mentor para Pejuang Kemerdekaan, Kenapa Disebut Sebagai Raja Jawa Tanpa Mahkota?
Masih Bingung dengan Kesepakatan Israel dan Gaza? Cek di Sini, 11 Poin Penting Gencatan Senjata untuk Kemerdekaan Palestina
Presiden Prabowo Hadir Sebagai Satu-satunya Kepala Negara, Indonesia Raya Bergema Jelang Peringatan 76 Tahun Kemerdekaan India
Sosok di Balik Monumen Bura, Terungkap Seseorang Ahli Ilmu Kanuragan yang Juga Menjadi Pahlawan Asal Tanah Jember, Rebut Kemerdekaan Dengan 1 Modal