Kamis, 4 Juni 2026

Tarif Impor 32 Persen dari Amerika Serikat Ditunda, Airlangga Ungkap Kesepakatan dan Fakta Perundingan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 13 Juli 2025 | 17:00 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) mengklaim tarif impor Amerika 32 persen untuk Indonesia ditunda.  (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) mengklaim tarif impor Amerika 32 persen untuk Indonesia ditunda. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

SketsaNusantara.id - Amerika Serikat menunda penerapan tarif impor 32 persen untuk produk asal Indonesia.

Penundaan ini disepakati setelah serangkaian pertemuan bilateral antara pejabat kedua negara.

Rencana tarif tersebut sebelumnya dijadwalkan berlaku mulai 1 Agustus 2025.

Baca Juga: Prabowo Subianto Hadiri KTT BRICS 2025 di Brazil, Posisi Indonesia di Kancah Dunia Makin Kuat

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan langsung hasil pertemuan dengan pihak Amerika Serikat kepada wartawan.

Airlangga berada di Brussel ketika menyampaikan keterangan ini pada Minggu, 13 Juli 2025, setelah menyelesaikan kunjungannya ke AS beberapa hari sebelumnya.

“Waktunya adalah kita sebut pause, jadi penundaan penerapan untuk menyelesaikan perundingan yang sudah ada,” kata Airlangga.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Brazil, KTT Brics jadi Agenda Selanjutnya

Penundaan ini memberi kesempatan bagi kedua pihak untuk menyelesaikan detail kesepakatan yang sudah dirintis sejak awal Juli.

Dalam pertemuan dengan U.S Secretary of Commerce Howard Lutnick dan perwakilan USTR, proposal dari Indonesia disepakati untuk dilanjutkan pembahasannya.

“Kemarin dalam pertemuan di Amerika dengan U.S Secretary of Commerce Howard Lutnick maupun Ambassador Greer dari USTR itu menyepakati apa yang diusulkan Indonesia itu berproses lanjutan,” imbuhnya.

Baca Juga: Indonesia Resmi Masuk Anggota BRICS, Apa Manfaatnya Bagi Indonesia?

Airlangga menjelaskan bahwa ada waktu sekitar tiga minggu ke depan untuk menyempurnakan proposal yang sudah dipertukarkan.

“Jadi tiga minggu ini diharapkan finalisasi daripada fine tuning daripada proposal dan fine tuning daripada apa yang sudah dipertukarkan,” terangnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X