Selain di wilayah Megamendung, dua warga yang berasal dari Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, turut menjadi korban jiwa dalam kejadian ini.
Mereka menjadi korban longsor yang terjadi secara bersamaan dengan banjir bandang di kawasan tersebut.
Satu warga lainnya pun juga dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian. Korban yang masih hilang ini diduga terseret arus atau masih tertimbun reruntuhan longsor.
Proses evakuasi serta pencarian pun masih terus dilaksanakan oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Damkar, Tim Reaksi Cepat (TRC), serta dari relawan setempat.
3. Jatuhnya Korban Jiwa hingga Ratusan Warga Terkena Terdampak
Hingga berita ini naik, berdasarkan data sementara menyebutkan bahwa sebanyak 449 warga terkena dampak dari bencana ini, dimana 3 orang diantaranya meninggal dunia, 1 orang mengalami luka ringan, dan 1 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
“Satu orang meninggal di Kelurahan Megamendung, dua orang meninggal di Desa/Kelurahan Tugu Utara”, ujar Pranata Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat, saat dikonfirmasi pada Minggu, 06 Juli 2025.
Selain menelan korban jiwa, bencana ini pun juga menyebabkan lima warga terpaksa meninggalkan rumah mereka karena sudah tak lagi layak huni akibat mengalami kerusakan parah.
Adapun BPBD juga telah mencatat terkait kerusakan lainnya yang meliputi 7 rumah mengalami rusak ringan, 14 rumah rusak sedang, 4 rumah terkena rusak berat, serta 1 jembatan penghubung RW yang terdampak kerusakan.
4. Bencana Tersebar di 48 Titik di 18 Kecamatan
Berdasarkan data resmi BPBD Kabupaten Bogor, sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram @bpbdkabbogor pada 6 Juli 2025 pukul 18.00 WIB, tercatat bahwa bencana akibat cuaca ekstrim ini telah melanda 48 titik lokasi yang tersebar di 35 desa/kelurahan dalam 18 kecamatan berbeda.
Adapun untuk rinciannya meliputi 32 titik longsor, 9 titik banjir, 3 lokasi angin kencang, 2 titik pergerakan tanah, 2 rumah ambruk, serta 1 pencarian orang hilang.
Kondisi ini menjadi bukti dari telah terjadinya bencana dengan skala yang luas dan kompleks, dan tentunya memerlukan respon yang cepat dari berbagai pihak.
5. Respons Cepat dan Imbauan dari Pemerintah Kabupaten Bogor
Untuk menangani situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Bogor pun bertindak cepat agar dampak dari bencana ini dapat segera teratasi dengan baik.
Artikel Terkait
Pamer Kuasai Teknik Pole Dance, Putri Anne Malah Banjir Hujatan hingga Dibandingkan dengan Nikita Willy: Dia Pikir Keren
Akhirnya Buka Suara, Farel Prayoga Akui Tak Kaget Sang Ayah Terjerat Kasus Judol, Tanggapan Bijaknya Banjir Pujian Warganet
Baru Menikah, Rizky Ridho dan Sendy Aulia Langsung Umroh ke Mekah, Momen Romantis Pengantin Baru Ini Banjir Doa Netizen
Hujan Berlangsung Dua Hari Berturut-Turut, Jembatan di Ledokombo Jember Rusak Diterjang Banjir
Ratusan Rumah di Kendari Tergenang Banjir, Gubernur Turun Tangan dan Ungkap Rencana Penanggulangan