Kamis, 4 Juni 2026

5 Fakta Nurmala Kartini: Adik Luhut Binsar dan Calon Dubes Jepang yang Pernah Wakili RI di 3 Negara Amerika Selatan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 6 Juli 2025 | 18:00 WIB
Berbagai fakta menarik Calon Dubes Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir. (Instagram.com/@nurmala_kartini)
Berbagai fakta menarik Calon Dubes Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir. (Instagram.com/@nurmala_kartini)

SketsaNusantara.id - Hubungan Indonesia-Jepang yang telah terjalin sejak 1958 sebentar lagi akan memiliki duta besar baru.

Nurmala Kartini Sjahrir, sosok akademisi dan antropolog kawakan, resmi menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi I DPR pada Sabtu, 5 Juli 2025, sebagai calon Duta Besar RI untuk Jepang.

Nurmala, yang juga dikenal sebagai adik dari Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan optimismenya untuk membawa hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih baik.

Baca Juga: Daftar Lengkap 6 Calon Dubes RI Jalani Fit and Proper Test: Ada Mantan Menteri, Adik Tokoh Penting, hingga Utusan untuk AS, Jepang, Jerman, PBB

Siapa sebenarnya Nurmala Kartini? Berikut 5 fakta menarik tentang dirinya.

1. Optimis Perkuat Hubungan RI-Jepang

Usai fit and proper test di DPR, Nurmala menyampaikan pandangannya tentang hubungan kedua negara.

“Kita ada program hilirisasi. Nah, Jepang ini adalah suatu negara yang maju baik teknologinya di dalam segala hal, tapi jangan lupa Indonesia ini adalah negara dengan sumber daya alam yang luar biasa,” ujarnya di Kompleks Parlemen.

Ia juga menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: 12 Jabatan Dubes Kosong, DPR Minta Pemerintah Segera Isi: AS, PBB, hingga Korea Utara Masuk Daftar

“Juga kita punya sumber daya manusia yang sedang kita tingkatkan kualitasnya menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

2. Latar Belakang Pendidikan yang Kuat

Nurmala menempuh pendidikan sarjana antropologi di Universitas Indonesia (1976), meraih gelar master di Boston University (1981), dan gelar doktor di universitas yang sama (1990). Karier akademisnya berlanjut sebagai dosen antropologi di UI, peneliti sosial ekonomi, serta editor di Yayasan Obor Indonesia.

3. Pengalaman sebagai Dubes di Amerika Selatan

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X