Namun, kejayaan ini tidak bertahan lama. Ketika sekolah kembali tatap muka dan sistem pembelajaran mulai bertransformasi digital dengan pendekatan yang lebih adaptif dan fleksibel, kebutuhan terhadap platform seperti Brainly ikut bergeser.
Kebijakan yang Membatasi dan Kurang Adaptif
Sayangnya, alih-alih berkembang mengikuti kebutuhan pengguna, Brainly justru mengadopsi kebijakan yang membatasi pengalaman belajar.
Beberapa mantan pengguna aktif mengeluhkan sistem moderasi yang terlalu sensitif, di mana jawaban yang disertai referensi buku atau penelitian malah ditandai dan dihapus.
Tak hanya itu, untuk mengakses jawaban lengkap atau beberapa fitur tertentu, pengguna kini harus melakukan langkah tambahan seperti login menggunakan akun Google.
Beberapa materi bahkan terkunci di balik paywall atau persyaratan tertentu. Ini jelas bertolak belakang dengan semangat awal Brainly sebagai platform terbuka untuk berbagi ilmu.
Kehadiran Chat AI dan Perubahan Perilaku Pengguna
Transisi ke era Chat AI menjadi pukulan telak bagi eksistensi Brainly. Platform seperti Chat GPT, Bing AI, dan lainnya menawarkan solusi instan, detail, dan fleksibel. Jawaban yang diberikan tidak hanya lengkap, tetapi juga bisa disesuaikan berdasarkan gaya bahasa, tingkat pendidikan, bahkan referensi ilmiah.
Lebih dari itu, AI kini tak sekadar menjawab soal, tetapi juga bisa menjadi teman diskusi, tempat curhat, hingga pelatih belajar. Bagi pelajar yang hidup dalam ritme cepat dan ingin segala sesuatu serba instan, Chat AI jelas menjadi pilihan utama.
Brainly, yang kian membatasi akses dan tidak menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pengguna masa kini, semakin kehilangan tempat. Komunitas pengguna yang dulu aktif kini makin sepi, karena platform-platform baru hadir dengan pendekatan lebih cerdas dan intuitif.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Apa Itu 'Loss of Thrust'? Ini Penjelasan Istilah Penerbangan yang Diduga Jadi Penyebab Jatuhnya Pesawat Air India Flight AI 171 di Ahmedabad
Kreator Tung Tung Sahur Ngamuk Garena Pakai Karakter AI Tanpa Izin, Netizen Langsung Ribut: Rasain Sendiri!
Gambar AI Semakin Mirip Nyata, Netizen Geram Kritisi Bias Gender dan Bahaya Etis Teknologi Tanpa Regulasi
Film Nusantara Menangkan AI Film Awards Cannes 2025 Lewat Tokoh Gajah Mada, Helmy Yahya Ungkap Kesulitan Saat Menghidupkan Tokoh Sumpah Palapa
Penipu Semakin Canggih! OJK Peringatkan Masyarakat Berhati-Hati dengan Penipuan Keuangan Sudah Gunakan AI