SketsaNusantara.id - Tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang atau KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali masih terus jadi sorotan.
Kapal penyebrangan yang mengangkut 53 penumpang dan 12 kru serta 22 kendaraan, tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Tim SAR masih terus berupaya melakukan pencarian korban penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang akhirnya membuahkan hasil.
Baca Juga: KMP Tunu Jaya Tenggelam di Selat Bali, Lambung Kapal Bocor Usai Dihantam Ombak 2,5 Meter
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Tribrata News Polri, Polda Jatim memberikan update terbaru yang menyatakan bahwa tim SAR gabungan telah berhasil menemukan 23 korban selamat dan 4 korban meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Operasi pencarian dan penyelamatan dimulai segera setelah laporan tenggelamnya kapal diterima petugas pada pukul 23.35 WIB pada hari Rabu, 2 Juli 2025.
Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas Banyuwangi, Basarnas Denpasar, Pos SAR Jembrana, TNI AL, Polairud, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), BPBD Jawa Timur dan Bali, serta pihak ASDP, langsung dikerahkan untuk melakukan oencarian dan evakuasi korban.
Pencarian menggunakan kapal-kapal seperti KN SAR 249 Permadi, dua kapal RIB Basarnas, dua kapal KSOP, dua KMP milik PT. Pasca Dana Sundari, dua KRI, satu kapal Satpolairud, dan satu kapal tunda.
Pada Kamis pagi sekitar pukul 05.15 WITA, 4 korban pertama ditemukan selamat di Perairan Cekik, Gilimanuk, Bali.
Salah satu korban selamat adalah Kepala Kamar Mesin kapal yang berhasil menyelamatkan 3 penumpang lainnya menggunakan sekoci sesaat setelah kapal terbalik dan tenggelam.
Hingga Kamis siang, jumlah korban selamat bertambah menjadi 23 orang dan 4 penumpang lainnya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Pencarian kini masih terus dilakukan meski terkendala oleh cuaca buruk. Dengan ombak setinggi 1,7 hingga 2,5 meter, tim SAR berjibaku melawan arus laut kuat untuk menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.
Artikel Terkait
Misteri Siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember DIkabarkan Hilang saat Magang di Perairan Madura, Diduga Korban Mengalami Perundungan
6 Nelayan Jember Dikabarkan Hilang di Pantai Puger, Diduga Mesin Kapal Bermasalah, Polairud dan Basarnas Lakukan Pencarian
Kronologi Hilangnya 6 Nelayan di Pantai Puger Jember, Polairud hingga Pemilik Kapal Terus Lakukan Pencarian
Momen Haru Pencarian Taruna SMK Kelautan Puger Jember Menyusuri Pulau Tak Berpenghuni di Sumenep, Warganet Khawatirkan Kondisi Orang Tua Badrus Sholeh
Perkembangan Pencarian 6 Nelayan Jember yang Hilang di Laut Puger, Lokasi Kapal Diduga Berada di Perairan...