Ia memilih jadi pemetik anggur di Australia karena gajinya yang lebih menjanjikan ketimbang pekerjaan sebelumnya.
Selain menjadi pemetik dan penyortir buah, Merianti juga pernah bekerja sebagai waitress, pencuci piring, serta pekerja gudang.
Merianti berkata gajinya bisa mencapai Rp300.000 per jam setara dengan upah minimum AUD 30,13.
Hal itu cukup untuk penuhi biaya hidupnya, menabung, dan menerima pembayaran mingguan atau dua mingguan.
Menurut pengakuannya, pekerjaannya juga kerap berpindah-pindah berdasarkan musim dan kebutuhan syarat perpanjang visa.
Meski begitu ia menghargai budaya kerja local Australia yang adil, disiplin, dan bebas dari diskriminasi.
Bahkan jam kerja dan lembur akan tetap mendapatkan bonus sesuai aturan.
Merianti mendapatkan pula jaminan istirahat dan perlindungan dari pelecehan.
Dalam pekerjaan tersebut, ketahanan fisik menjadi faktor Utama agar bisa bekerja secara maksimal.
WNI bernama Merianti ini berpesan pada anak muda yang ingin bekerja di luar negeri agar rajin mencari informasi, baik melalui media social, YouTube, Google, atau tanya ke teman yang berpengalaman.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Viral Serda Satriya Gabung Tentara Rusia, Status WNI Dicabut karena Langgar Hukum Negara? Begini Ketentuannya
Sah Jadi WNI, 4 Pemain Naturalisasi Siap Bela Timnas Putri Indonesia di Laga Mendatang
Iris de Rouw Siapa? Profil dan Biodata Kiper Baru Timnas Putri Indonesia yang Sah Jadi WNI, Punya Darah Keturunan Lumajang
Zionis Israel Menyerang Iran, Ini 7 Langkah Penting dari KBRI Tehran untuk WNI Hindari Ancaman Konflik
Berapa Jumlah WNI di Iran dan Israel? Ini Kondisi Mereka saat Serangan Zionis dan Bandara Tel Aviv Ditutup