Kamis, 4 Juni 2026

6 Jam Tertahan di Bandara, Begini Penjelasan PPIH soal Jemaah Haji Kloter Kertajati yang Diisukan Terlantar

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 15 Juni 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi haji. (Pexels/Yasir Gurbuz)
Ilustrasi haji. (Pexels/Yasir Gurbuz)

SketsaNusantara.id - Isu dugaan penelantaran jemaah haji Kloter Kertajati 01 (KJT-01) saat mengalami keterlambatan penerbangan di Bandara Jeddah ramai jadi sorotan publik.

Kementerian Agama (Kemenag) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Bandara segera memberikan klarifikasi resmi atas tuduhan tersebut.

Penerbangan yang menggunakan maskapai Saudia SV 5296 dijadwalkan mengangkut 445 jemaah haji, terdiri dari 203 laki-laki dan 242 perempuan, pada Kamis, 12 Juni 2025 pukul 19.15 Waktu Arab Saudi (WAS).

Baca Juga: Menag Konfirmasi Tidak Ada Pembahasan Terkait Pembatasan Kuota Haji Indonesia hingga 50 Persen Seperti yang Diberitakan, Simak Fakta Selengkapnya

Namun, pesawat mengalami keterlambatan lebih dari 6 jam karena kendala teknis.

Informasi resmi dari maskapai baru diterima oleh PPIH pada pukul 18.45 WAS, atau hanya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan awal.

Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa begitu mendapat kabar adanya delay, PPIH langsung mengambil langkah cepat untuk memastikan jemaah mendapatkan hak-haknya selama menunggu.

Baca Juga: Resmi Haji! Ananda Omesh Bagikan Kisahnya Bareng Dian Ayu Saat Melaksanakan Wukuf di Arafah: Kami Berdua...

“Kami langsung bergerak cepat, meminta maskapai untuk memenuhi hak jemaah sesuai kontrak, termasuk pemberian konsumsi selama menunggu penerbangan,” ujar Basir.

Snack mulai dibagikan pada pukul 20.23 WAS, diikuti dengan makan malam (hot meal) pada pukul 21.36 WAS.

Namun, Basir mengakui bahwa seluruh jemaah saat itu sudah berada di dalam area gate bandara, sebuah zona steril yang tidak bisa diakses oleh petugas PPIH karena aturan dari otoritas bandara Arab Saudi.

Baca Juga: Arab Saudi Wacanakan Pangkas Persen Kuota Haji, Kesehatan Jemaah Indonesia Jadi Sorotan

“Meski kami tidak bisa masuk ke area tersebut, kami tetap memantau jalannya layanan melalui petugas Saudi di dalam gate, kami pastikan jemaah tetap terlayani dengan baik dan tidak terlantar,” terangnya.

Meski terhalang akses fisik, PPIH memastikan proses pemantauan terus dilakukan dari luar area steril. Koordinasi dilakukan secara intensif bersama petugas Saudi untuk memastikan tidak ada hak jemaah yang diabaikan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X