SketsaNusantara.id - Sekitar 100 jamaah memadati Mushola Al-Mubarok, Sabtu 14 Juni 2025 malam. Mereka mengikuti Rutinan Kayangan Bersholawat. Meski dilaksanakan sederhana, acara berlangsung khidmah.
Kegiatan dimulai setelah shalat lsya berjamaah. Para peserta yang hadir didominasi kaum muda. Baik pria maupun wanita.
Mereka adalah jamaah Ashabus Shuffah. Group shalawat di lingkup warga Ranting NU Kayangan yang mulai bergulir setelah Lebaran tahun ini.
Muhammad Khafid, salah satu pendamping Ashabus Shuffah, mengakui rutinan baru seumur jagung. "Tapi ada kesamaan niat untuk membumikan shalawat di lingkup Ranting NU Kayangan," ujarnya.
Meski diakui tidak mudah merangkul kawula muda untuk ikut shalawat. "Apalagi rata-rata mereka sudah mulai bekerja," imbuhnya.
Guru SMP AWH Tebuireng ini menuturkan, rutinan Kayangan Bersholawat digelar dua pekan sekali. "Ditetapkan setiap hari Sabtu malam Minggu," jelasnya.
Lokasi rutinan bisa mushola atau masjid. "Bergilir keliling di Kayangan sini," akunya.
Suka duka membentuk rutinan shalawat diakui Alifil, salah satu anggota. "Latihannya hari Rabu dan Kamis malam, sejak bulan Ramadhan kemarin," jelasnya.
Alumni MTs Seblak ini mengaku senang saat latihan. "Saya bagian penabuh, bareng beberapa teman luar dusun Kayangan, jadi bisa kenalan tambah teman," ujarnya.
Lokasi latihan, lanjutnya, Rabu malam di Masjid Ali lmron. "Kalau Kamis malam di rumah salah satu pengurus takmir Masjid Ali lmron," imbuhnya.
Hal senada diungkapkan Arwin Santoso, penabuh lainnya dari Dusun Tebon. "Teman-teman sudah kompak, tinggal menambah jam main saja," ujarnya.
Artikel Terkait
Pengurus Baru LTN MWCNU Diwek Siap Tradisikan Literasi di Kalangan Sekolah dan Pesantren
PRNU Kayangan Gelar Lailatul Ijtima', Diharapkan Sebagai Perekat Sillaturrohim
Antusias, Warga Kayangan Rayakan Hari Idul Kurban