Kamis, 4 Juni 2026

Apa Itu Global March to Gaza? Aksi Ini Gerakkan 10 Orang Indonesia Bergabung dengan Masyarakat Global Lebih dari 50 Negara

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 14 Juni 2025 | 21:00 WIB
Aksi Global March to Gaza  (X @HerNameIs_Bea)
Aksi Global March to Gaza (X @HerNameIs_Bea)

SketsaNusantara.id – Sebanyak 10 Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk tiga di antaranya yang merupakan artis, berangkat ke Mesir untuk mengikuti Global March to Gaza.

Tiga artis yang turut serta dalam aksi solidaritas kemanusiaan global ini adalah Zaskia Adya Mecca, Wanda Hamidah, dan Ratna Galih, bersama tujuh WNI lainnya.

Lalu, apa sebenarnya Global March to Gaza itu? Dilansir dari SketsaNusantara.id dari laman @gazamedia.net, Global March to Gaza merupakan sebuah inisiatif internasional yang digagas oleh warga sipil dari berbagai negara.

Baca Juga: Tak Gentar! Ribuan Aktivis Bakal Jalan Kaki ke Gaza Hentikan Blokade Israel Usai Mesir Deportasi Ratusan Orang

Tujuan utama aksi ini adalah menyeberang dari Mesir ke Gaza melalui perbatasan Rafah dengan berjalan kaki, yang dijadwalkan dimulai pada 15 Juni 2025.

Aksi solidaritas ini bertujuan untuk menyerukan penghentian genosida oleh Israel, mendesak diakhirinya pembunuhan sistematis terhadap warga Palestina, serta mengecam penggunaan kelaparan sebagai senjata.

Selain itu, aksi ini juga mendesak agar makanan, air, obat-obatan, dan bahan bakar segera diizinkan masuk ke Gaza, khususnya melalui penyeberangan Rafah yang saat ini diblokade.

Baca Juga: Misi Damai Dicegat: Kronologi Aktivis Internasional yang Berlayar bersama Madleen Diculik Israel saat Bawa Bantuan ke Gaza

Aksi ini juga menuntut dibukanya koridor kemanusiaan permanen serta pencabutan blokade tanpa syarat yang selama ini diberlakukan di wilayah Gaza.

Melalui aksi ini, Global March to Gaza bertujuan untuk menggerakkan masyarakat sipil dunia dalam menentang kebungkaman internasional, menekan pemerintah untuk bertindak, serta mendesak diberlakukannya tindakan hukum terhadap individu dan negara yang terlibat dalam pelanggaran hukum internasional.

Baca Juga: Inilah 2 Sosok Warga Jawa Barat yang Diduga Tilep Dana Donasi untuk Gaza! Uang USD 2000 Sudah Terpakai?

Aksi ini merupakan inisiatif non-partisan yang dipimpin oleh warga sipil—bukan oleh pemerintah maupun organisasi politik resmi. Para peserta adalah sukarelawan yang membiayai sendiri perjalanan mereka dari berbagai penjuru dunia.

Ribuan peserta dari lebih dari 80 negara dijadwalkan berkumpul di Kairo, Mesir, pada 12 Juni 2025.

Dari sana, mereka akan melanjutkan perjalanan dengan bus menuju kota Al-Arish di Semenanjung Sinai, kemudian berjalan kaki sejauh sekitar 50 kilometer menuju perbatasan Rafah untuk menembus blokade Israel.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: gazamedia.net

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X