Kamis, 4 Juni 2026

Katering Haji 2025 Terlambat Datang Sebabkan Jemaah Kelaparan, Kemenag Sebut Sudah Diganti Uang

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 12 Juni 2025 | 11:15 WIB
Ilustrasi. Ada sebuah amalan khusus ijazah dari KH Husein Ilyas agar bisa segera naik haji atau umrah. (Pexels/Jay Haseeb)
Ilustrasi. Ada sebuah amalan khusus ijazah dari KH Husein Ilyas agar bisa segera naik haji atau umrah. (Pexels/Jay Haseeb)

SketsaNusantara.id - Puncak ibadah haji 2025 memang telah selesai, tetapi tidak semua berjalan mulus bagi jemaah haji asal Indonesia.

Di tengah upaya pemerintah membanggakan kelancaran operasional, fakta di lapangan justru menunjukkan masih adanya celah besar dalam layanan dasar, yakni makanan.

Permasalahan mencuat saat distribusi katering untuk jemaah di fase puncak haji mengalami gangguan.

Baca Juga: Tidak Jadi Dikurangi! Kuota Haji Indonesia Aman, Tapi Banyak Jamaah Meninggal Tetap Jadi Sorotan Netizen

Pada 14–15 Zulhijjah 1446 H atau bertepatan dengan 10–11 Juni 2025, sejumlah jemaah dilaporkan tidak menerima makanan mereka di lokasi-lokasi kritis seperti Mina dan Muzdalifah.

Keterlambatan distribusi ini membuat para jemaah, yang tengah menjalankan ibadah fisik dan spiritual yang berat, harus bertahan tanpa makanan.

Padahal, dalam paket layanan resmi, jemaah haji asal Indonesia dijanjikan 84 kali makan selama di Makkah, 15 kali di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna), dan 27 kali di Madinah.

Baca Juga: Bikin Ngakak! Afgan Mendadak Harus Ujian Dadakan Seputar Ibadah Haji yang Dijalaninya

Menanggapi kekacauan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan pernyataan langsung saat berada di Makkah. Ia mengakui adanya permasalahan dalam layanan katering.

“Kemarin ada keterlambatan distribusi makanan,” ujar Nasaruddin Umar, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Kamis, 12 Juni 2025.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Kementerian Agama menyatakan bahwa jemaah yang tidak mendapatkan makanan akan diberikan uang kompensasi.

Baca Juga: Momen Lucu Afgan saat Menjawab Pertanyaan Ibadah Haji dari Ketua Rombongan

“Kita sudah antisipasi dengan cara jemaah yang tidak dapat makanan dikasih kompensasi uang,” terangnya.

Tahun ini, selain makanan, isu bus jemputan jemaah dari Muzdalifah ke Mina juga mencuat. Beberapa jemaah bahkan dilaporkan harus berjalan kaki jauh karena bus tak kunjung datang.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X