Setelah dari Arafah, barulah jamaah kembali ke Mekah. Tapi kali ini, mereka kembali dengan hati yang telah bersih, dengan jiwa yang telah terlahir kembali. Mereka tidak sekadar kembali ke Ka’bah, melainkan kembali sebagai hamba yang telah menyadari hakikat kehambaan.
Maka wajar bila Arafah menjadi pusat ibadah haji. Karena hanya mereka yang pernah berdiri dalam sunyi Arafah, yang layak thawaf mengelilingi Ka’bah dengan jiwa yang telah "pulang" lebih dulu.
Sebagaimana Prof Nadirsyah Hosen simpulkan, Arafah adalah pelajaran hidup. Tentang keluar dari zona nyaman, mengenal hakikat diri, dan menghadap Tuhan dengan sebenar-benarnya pengakuan. Sebuah perjalanan spiritual yang tak sekadar menginjak tanah suci, tetapi juga menyucikan hati.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Ananda Omesh dan Dian Ayu Lestari Berangkat Ke Tanah Suci untuk Ibadah Haji, Tangis Haru Anak dan Keluarga Iringi Momen Perpisahan
3 Pasangan Selebritis Indonesia yang Naik Haji Tahun Ini, Ada Pasha Vokalis Band Ungu Bareng Sang Istri, Adelia Wilhelmina
Ssst! Tak Banyak Gembar-gembor, Afgan Diam-Diam Sudah di Madinah, Pilih Tunaikan Ibadah Haji Jauh dari Sorotan Kamera?
Jelang Berangkat Naik Haji, Ruben Onsu Sempatkan Waktu Sambangi Jaja Miharja yang Tengah Terbaring Sakit
Menteri Agama Ungkap Tengah Berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi Terkait Visa Haji Furoda
Kementerian Agama Republik Indonesia Keluarkan Imbauan kepada Jemaah Haji yang akan Beribadah di Arafah