Minggu, 19 Juli 2026

Mengapa Setelah Sampai ke Mekah, Justru Harus Keluar Menuju Arafah? Begini Penjelasan Prof Nadirsyah Hosen

Photo Author
Ni’matul Fauziah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 6 Juni 2025 | 06:00 WIB
ilustrasi suasana di Padang Arafah (X/aiishadahir)
ilustrasi suasana di Padang Arafah (X/aiishadahir)

Setelah dari Arafah, barulah jamaah kembali ke Mekah. Tapi kali ini, mereka kembali dengan hati yang telah bersih, dengan jiwa yang telah terlahir kembali. Mereka tidak sekadar kembali ke Ka’bah, melainkan kembali sebagai hamba yang telah menyadari hakikat kehambaan.

Maka wajar bila Arafah menjadi pusat ibadah haji. Karena hanya mereka yang pernah berdiri dalam sunyi Arafah, yang layak thawaf mengelilingi Ka’bah dengan jiwa yang telah "pulang" lebih dulu.

Sebagaimana Prof Nadirsyah Hosen simpulkan, Arafah adalah pelajaran hidup. Tentang keluar dari zona nyaman, mengenal hakikat diri, dan menghadap Tuhan dengan sebenar-benarnya pengakuan. Sebuah perjalanan spiritual yang tak sekadar menginjak tanah suci, tetapi juga menyucikan hati.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @nadirsyahhosen_official

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X