Kamis, 4 Juni 2026

Timnas Indonesia Siap Taklukkan China, Analis Sepak Bola Ini Bongkar Strategi Khusus Patrick Kluivert yang Berbeda dengan Shin Tae-yong

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Rabu, 4 Juni 2025 | 18:53 WIB
Perbedaan pelatih STY dan Patrick Kluivert untuk Timnas Indonesia  (X @SiaranBolaLive)
Perbedaan pelatih STY dan Patrick Kluivert untuk Timnas Indonesia (X @SiaranBolaLive)

SketsaNusantara.id - Timnas Indonesia akan melawan China di Gelora Bung Karno (GBK) pada Kamis, 5 Juni 2025.

Jelang laga Timnas Indonesia vs China, antara pelatih Indonesia dan China sudah adu 'psywar' di media sosial.

Patrick Kluivert memperingatkan China agar lebih berhati-hati saat bertanding di stasiun GBK, sedangkan pelatih China menyatakan bertekad meraih kemenangan seperti saat bertemu di China pada Oktober 2024 yang lalu.

Baca Juga: Yakin Lolos Piala Dunia 2026? Profesor Stella Christie Berikan Analisa Cerdasnya Terkait Peluang Timnas Indonesia

Meski demikian, Kluivert menyatakan bahwa ia tak gentar dengan ancaman dari China karena ia memiliki strategi tersendiri untuk melawan lawan tangguhnya kali ini untuk merebut point dan tak akan mengulang kesalahan yang sama seperti yang dilakukan Shin Tae-yong (STY).

Pada Oktober 2024 yang lalu, Timnas Indonesia takluk ketika masih dibawah pelatih STY dan kini Timnas berada dibawah asuhan Kluivert dan jajaran asistennya.

Terkait strategi apa yang saat ini akan digunakan oleh Kluivert dibongkar oleh analis sepak bola Haris Pardede.

Baca Juga: Jay Idzes Puji Pemain Baru Timnas Indonesia, TC Bali Jadi Modal Penting Hadapi China di Kualifikasi Piala Dunia 2026

"Ini pernyataan Kluivert sesaat sebelum bertolak ke Jakarta, 2 hari yang lalu di Bali," ujar Haris Pardede dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.

Haris Pardede mengatakan bahwa Kluivert menjelaskan padanya bahwa ia dan timnya tak akan fokus pada 1 atau 2 pemain China namun Kluivert memutuskan akan melihat gaya bermain dari pemain China itu sendiri.

Hal itu karena pemain bisa dirubah namun gaya bermain tidak akan dirubah sehingga Kluivert akan fokus pada hal itu.

Baca Juga: Absen Bela Timnas, Elkan Baggott Justru Dapat Kontrak Baru dari Ipswich Usai Dipinjamkan ke Klub League One

Dimana China selama ini dikenal sebagai tim yang menggunakan counterpress, bertahan dan mengandalkan kecepatan dalam serangan-serangan balik dan rupanya hal itu efektif sehingga Indonesia sebelumnya mampu ditaklukkan.

Haris Pardede sendiri memprediksi China akan tetap mengusung gaya bermain counterpress, bertahan, dan mengandalkan kecepatan dalam serangan balik dan gaya ini terbukti berhasil saat pertemuan pertama di Qingdao, China.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X