Kamis, 4 Juni 2026

Kredit Usaha Rakyat BRI Capai Rp54,9 Triliun per April 2025, Dorong UMKM dan Sektor Produksi Tumbuh Pesat

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Selasa, 3 Juni 2025 | 17:39 WIB
BRI kucurkan KUR triliunan rupiah ke sektor produktif, pertanian dominasi realisasi hingga April 2025 (Dok. BRI)
BRI kucurkan KUR triliunan rupiah ke sektor produktif, pertanian dominasi realisasi hingga April 2025 (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menunjukkan taringnya dalam mendukung ekonomi kerakyatan.

Hingga akhir April 2025, bank dengan jejaring terluas di Tanah Air ini telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp54,9 triliun, menyasar lebih dari 1,25 juta pelaku UMKM di seluruh penjuru Indonesia.

Angka tersebut mencerminkan 31,38% dari total alokasi nasional yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2025 sebesar Rp175 triliun.

Baca Juga: UMKM Kopi Binaan BRI Bikin Bangga: Tembus Pameran Kopi Dunia di AS dan Catat Potensi Transaksi Hampir Rp15 Miliar!

Lebih dari sekadar statistik, pencapaian ini merupakan sinyal kuat bahwa BRI masih menjadi tulang punggung pembiayaan usaha rakyat, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita, delapan tujuan pembangunan nasional.

Tak hanya menyebar dana, BRI juga cermat dalam mengelola risiko kredit. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat di level yang terkendali, yakni 2,49%. Ini mencerminkan penyaluran KUR dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, namun tetap inklusif.

Yang menarik, lebih dari 62% dana KUR dialirkan ke sektor produksi, menunjukkan orientasi jangka panjang untuk membangun fondasi ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Lewat BRI Liga 1, Sepak Bola Indonesia Tunjukkan Daya Dorong Nyata Bagi Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Kerja

Dari jumlah tersebut, sektor pertanian menjadi penerima manfaat terbesar, yakni mencapai Rp23,77 triliun atau 43,28% dari total penyaluran. Ini sejalan dengan strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional serta menggerakkan ekonomi desa.

Menurut Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, keberhasilan ini tak hanya dinilai dari angka penyaluran, tapi juga dari dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kami percaya bahwa KUR tidak hanya soal akses modal, tapi juga tentang keberlanjutan usaha, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan kualitas hidup. Kami ingin UMKM naik kelas,” ujarnya.

Baca Juga: Didorong Lonjakan Permintaan dan Panen Raya, Indeks Bisnis UMKM BRI Kuartal 1 2025 Tunjukkan Pertumbuhan

Komitmen BRI juga terlihat dalam berbagai program pendukung yang memperkuat ekosistem UMKM. Misalnya, Desa BRILiaN yang fokus membangun kapasitas kelembagaan desa, Klasterku Hidupku yang membentuk komunitas usaha sejenis, hingga Figur Inspiratif Lokal (FIL) yang memberi panggung bagi tokoh-tokoh UMKM sukses.

Tak ketinggalan, BRI juga menghadirkan LinkUMKM, sebuah platform digital pemberdayaan yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, pelatihan, dan peluang kolaborasi.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X