Selasa, 23 Juni 2026

Mengenal Raden Saleh yang Lukisannya Muncul di MV Jin BTS, Seniman Arab-Jawa yang Dijuluki ‘Sang Pelukis Raja’

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Senin, 19 Mei 2025 | 14:00 WIB
Sosok Raden Saleh, sosok di balik lukisan Forest Fire dalam MV Jin BTS (kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Sosok Raden Saleh, sosok di balik lukisan Forest Fire dalam MV Jin BTS (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Darah biru dari sang ibunda serta jabatan ayahnya yang berdarah Arab itu membuat Raden Saleh memiliki privilage berhubungan dengan orang-orang Belanda pada saat itu.

Bakat hingga Karier Melukis

Raden Saleh mulai memperlihatkan bakat melukisnya sejak ia duduk di sekolah rakyat.

Bakat melukisnya itu pun berhasil mencuri perhatian A.A.J Payen, salah seorang pelukis ternama asal Belgia.

Baca Juga: Pembredelan Pameran Lukisan Yos Suprapto, Deddy Sitorus Indikasikan Ada Pihak yang Tersinggung: Kayak Orde Baru Aja

Raden Saleh pun diangkat menjadi murid A.A.J Payen hingga kerap diajak berkeliling Jawa hingga belajar ke Eropa.

Dikutip dari laman Kemendikbud, Raden Saleh bertolak ke Belanda pada tahun 1829.

Di Negeri Kincir Angin tersebut, ia belajar melukis potret pada Cornelis Kruseman dan panorama pada Andreas Schelfout.

Baca Juga: Berlebihan dalam Mengkritik? Inilah Sosok Yos Suprapto Seniman Lukisan yang Pameran dan Karyanya Terancam Dibredel

22 Tahun berpetualang di Eropa, Raden Saleh akhirnya kembali ke Nusantara dan menikah dengan Raden Ayu Danudiredjo yang kemudian kandas di tengah jalan.

Pada tahun 1875, pelukis yang melukis Penangkapan Pangeran Diponegoro ini kembali ke Eropa.

Ia menetap di sejumlah tempat selama 3 tahun berkeliling Eropa, salah satunya di wilayah Coburg, Jerman.

Baca Juga: Pameran Tunggal Pelukis Yos Suprapto di Galeri Nasional Ditunda, Gara-Gara Lukisan Jokowi? Netizen: Darurat Demokrasi

Setelah kembali dari perjalanannya, pelukis Jawa modern pertama ini membangun puri di kawasan Cikini yang kini berubah fungsi menjadi Rumah Sakit Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Cikini.

Karya dan Prestasi

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id, jakarta.diplo.de

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X