SketsaNusantara.id - Sebuah video yang diunggah di media sosial menampilkan sekelompok siswi perempuan menyampaikan pengalaman mereka mengikuti perpisahan sekolah tanpa prosesi wisuda.
Video tersebut dengan cepat viral karena dinilai relevan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang baru-baru ini melarang kegiatan wisuda dan study tour di jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @depokuntuksemua pada Selasa 6 Mei 2025, para siswi menyapa Gubernur Dedi Mulyadi dengan ramah dan penuh antusias.
Mereka mengatakan telah melaksanakan acara perpisahan sederhana tanpa riasan berlebihan atau baju glamor.
“Assalamualaikum Pak Dedy, kita udah perpisahan nih pas sampai di sekolah, iya Pak, nggak makeup, hasil sendiri gitu,” ucap salah satu dari mereka sambil tersenyum.
Sontak, video tersebut mengundang banyak komentar dan dukungan dari warganet.
Masih dalam video yang sama, para siswi juga menyampaikan bahwa perpisahan tetap terasa menyenangkan meski tanpa glamor.
Mereka menekankan bahwa momen kebersamaan dan kenangan sekolah adalah yang paling penting.
“Gadget yang penting, Pak,” ujar salah satu siswi sambil bercanda, disambut tawa dari teman-temannya.
Unggahan tersebut telah mendapat ribuan tayangan dan puluhan komentar dukungan. Sejumlah warganet memuji semangat para siswi dan mendukung larangan wisuda dari Gubernur Dedi Mulyadi.
Salah satunya dari akun @neneng*** yang berkomentar, “Mantap adek-adek cantik.”
Artikel Terkait
Tak Terima Dedi Mulyadi Disebut Gubernur Konten, Lita Gading Pertanyakan Kinerja Rudy Mas’ud: Sudah Menghasilkan Apa? Uangnya dari Mana?
Banyak Diperdebatkan, Kak Seto Angkat Bicara Program Siswa Bermasalah Masuk Barak Militer Inisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Viral Aksi Siswa SMA Yadika 8 Bekasi Bersihkan Sungai, Dedi Mulyadi Dukung dan Janjikan Nilai Tinggi
Curhatan Ibu Seorang Anak yang Dikirim Dedi Mulyadi ke Barak TNI: 'Saya Sudah Tidak Sanggup...'
Orang Tua Aura Cinta Menangis Anaknya Dicaci-maki akibat Debat dengan Dedi Mulyadi: 'Tetep Nggak Ikhlas'