Daniel yang dikenal karena keahliannya dalam seni lukis maupun pembuatan patung, berhasil menciptakan mahakarya ini dengan anggaran yang terbilang minim.
Melalui akun tiktok @danielelgibor, ia membagikan proses pembuatan hasil karyanya yang kabarnya membutuhkan anggaran yang terbilang minim, sekitar Rp20 juta.
Menanggapi rasa penasaran publik, ia membeberkan bahwa bagian kepala kerbau saja membutuhkan modal Rp2 juta.
"Habis dana berapa kak? realistis banget mirip aslinya," komentar salah satu netizen. "Kalo mau jujur, modal (bikin kepala kerbau) ini udah 2 juta," ungkap Daniel.
Menggunakan bahan sederhana seperti kawat dan dicor semen, Daniel bekerja dengan penuh totalitas untuk menghasilkan patung yang berdiri kokoh, dan terlihat realistis memancarkan aura kehidupan.
Ukiran halus dan guratan yang menyerupai tekstur kulit kerbau asli menunjukkan ketelitiannya membuat karya seni berkualitas. Tak heran jika banyak warganet tak henti-hentinya memuji keindahan karya ini.
"Masih bagusan patung ini ketimbang patung penyu di Sukabumi, miris banget ternyata dari kerdus padahal habisin 15 M, menyala seniman lokal!" komentar salah satu netizen.
"Suka banget tren ini, makin banyak seniman lokal yang menghasilan karya berkelas, setelah Patung Biawak ini bakalan keren! belum finishing aja udah keliatan real, apalagi udah jadi ntar, salut buat seniman berbakat yang ikut mengangkat nama daerahnya," imbuh netizen lainnya.
Pembuatan patung ini tak lepas dari makna budaya yang melekat pada hewan kerbau dalam tradisi Mamasa.
Kerbau bukan sekadar hewan ternak, tetapi juga sahabat di ladang, simbol keteguhan, dan jiwa dalam berbagai upacara adat.
Patung karya Daniel yang terlihat sederhana namun realistis, mampu menangkap esensi budaya masyarakat Mamasa dengan penuh makna yang disampaikan melalui karya seni.
Dengan anggaran yang terjangkau, Daniel membuktikan bahwa semangat melestarikan budaya dan keterampilan seniman lokal mampu melahirkan karya seni bernilai tinggi tanpa perlu biaya besar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Jadi Tugu Peringatan Kematian Raja Hayam Wuruk, Candi di Nganjuk Ini Telah Berubah Nama Sesuai Nama Desanya
Miris! Kisah di Balik Pembangunan Tugu Ngejaman di Malioboro, Penyebab Ki Hajar Dewantara Diasingkan ke Belanda
Heboh Beredar Foto Tugu Titik Nol Nusantara Bertuliskan 'Lorem Ipsum', Blunder Kocak yang Jadi Gunjingan Netizen: Beneran Asli atau Editan AI?
Plakat 'Lorem Ipsum' di Tugu Nol Nusantara Ditutup Usai Viral, Penjelasan Otorita IKN Malah Dapat Kritikan Pedas Netizen: Buang-Buang Anggaran!
Mengenal 3 Pahlawan Perempuan pada Tugu 3 Wanita Pejuang Jepara, Ada Patung RA Kartini yang Memegang Buku!