SketsaNusantara.id - Kebijakan tentang pelaksanaan wisuda di sekolah kini memasuki babak baru, usai dilarang oleh Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat itu tegas melarang acara wisuda diselenggarakan di sekolah karena dinilai menjadi beban baru bagi orang tua.
Bagaimana tidak, acara wisuda di sekolah disebut-sebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Sebelumnya kebijakan tentang larangan wisuda di sekolah ini sempat mencuri perhatian, lantaran perdebatan Dedi Mulyadi dengan Aura Cinta.
Aura Cinta adalah perempuan muda, yang kini diketahui sudah bukan pelajar SMA, namun turut memprotes kebijakan Dedi Mulyadi tersebut.
Tak sedikit warganet yang setuju dengan munculnya larangan wisuda diselenggarakan di tingkat sekolah.
Hal ini tak lain karena wisuda sejatinya diselenggarakan di tingkat perguruan tinggi, namun kini seakan telah berubah makna usai tingkat sekolah juga melakukan hal yang sama.
Namun, larangan ini rupanya tak diamini oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.
Abdul Mu'ti justru merestui acara wisuda di sekolah, sepanjang tidak memberatkan dan atas persetujuan orang tua serta murid.
Baca Juga: Disindir dengan Julukan 'Gubernur Konten', Ini Respons Santai Dedi Mulyadi
Menurutnya wisuda di sekolah juga bisa dilihat sebagai wujud syukur usai merampungkan Pendidikan di sekolah.
Artikel Terkait
KPAI Soroti Perdebatan Dedi Mulyadi dengan Pelajar yang Ingin Wisuda: Anak Ngomong Dipotong Terus...
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Usul Syarat Baru Bansos yakni Vasektomi pada Pria, Apa Itu? Ini Tujuan hingga Efek Sampingnya
Dedi Mulyadi Disebut Gubernur Konten Oleh Rudy Mas'ud, Ini Jawaban Santai Sang Gubernur Jawa Barat
Viral Muncul Dugaan Aura Cinta Sengaja Dimunculkan, Jadi Talent Bayaran untuk Naikkan Citra Dedi Mulyadi, Ikuti Jejak Pendahulu?
Dijuluki Gubernur Konten, Intip Gaji Dedi Mulyadi dari Media Sosial, Berapa Penghasilan KDM dari Kanal YouTubenya?