Minggu, 19 Juli 2026

Seorang Bocah 3 Tahun Ususnya Dipenuhi Cacing, Dokter Jelaskan Penyebabnya

Photo Author
Gita Pamuji, Sketsa Nusantara
- Rabu, 16 April 2025 | 12:43 WIB
Suasana di RSD dr Soebandi Jember. (SketsaNusantara.id/Gita Pamuji)
Suasana di RSD dr Soebandi Jember. (SketsaNusantara.id/Gita Pamuji)

 

SketsaNusantara.id - Seorang bocah berusia 3 tahun di Jember ususnya dipenuhi oleh cacing. Akibatnya, perut bocah tersebut membesar dan tidak bisa buang air besar (BAB) selama seminggu.

Direktur RSD dr Soebandi, I Nyoman Semita, menyampaikan bahwa pasien tersebut dirawat di Rumah Sakit sebenarnya sudah enam bulan lalu. Saat ini pasien sudah sehat dan pulang ke rumahnya.

“Pasien datang ke RS sudah cukup lama, sudah lebih sekitar 6 bulan lalu,” katanya, Rabu 16 April 2025.

Baca Juga: Cacing 35 Cm Penuhi Usus Bocah 3 Tahun di Jember, Perut Membesar hingga Tidak Bisa BAB

Sebelumnya, dokter menemukan adanya kebutuhan saluran pencernaan akibat sesuatu setelah melakukan CT scan kepada bocah tersebut. Dokter kemudian memutuskan untuk melakukan operasi setelah pasien muntah mengeluarkan cacing saat di rawat di dalam ruangan.

“Akhirnya diputuskan untuk operasi karena sudah mengganggu fungsi pencernaan dan pernapasan,” ujarnya.

Baca Juga: Kasus Medis Unik dan Langka Terjadi di Jember, Usus Bocah 3 Tahun Dipenuhi Cacing

Setelah dilakukan operasi dengan membuka usus pasien, ternyata banyak cacing di lubang usus anak tersebut. “Cacing yang terdapat pada tubuh anak tersebut mirip cacing tanah, yakni termasuk jenis cacing ascariasis,” ucapnya.

Menurut Nyoman, cacing ascariasis merupakan jenis cacing yang hidup di alam terbuka. Ia menyebut, jika tidak menjaga kebersihan tangan saat makan, maka cacing berpotensi masuk kedalaman tubuh.

“Ini pasti masuknya (cacing) lewat tangan, sehingga perilaku hidup sehat masih menjadi masalah,” paparnya.

Baca Juga: Menelisik 3 Artefak Jejak Leluhur di Situs Duplang Jember: Warisan Peninggalan Zaman Megalitikum yang Masih Terjaga Selama Ribuan Tahun

Diketahui bahwa bocah tersebut memang berasal dari Jember namun tinggal bersama neneknya di Bali.

Kata Nyoman, untuk mencegah hal serupa terjadi, maka diperlukan pembelajaran-penjelasan kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat. Mulai dari cuci tangan sebelum makan, minum air bersih dari kuman alias air masak, piring harus bersih dan lain sebagainya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X