Kamis, 4 Juni 2026

Kerap Dipandang Sebelah Mata, Begini Cara Bupati Jember Gus Fawait Maksimalkan Jasa Satpol PP untuk Datangkan Investor

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Selasa, 15 April 2025 | 15:11 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait saat akan memimpin Apel Kesiapsiagaan Nasional di Jalan Sudarman, Selasa, 15 April 2025 pagi. (Diskominfo Jember.)
Bupati Jember Muhammad Fawait saat akan memimpin Apel Kesiapsiagaan Nasional di Jalan Sudarman, Selasa, 15 April 2025 pagi. (Diskominfo Jember.)

SketsaNusantara.id – Apel Kesiapsiagaan Nasional 2025 digelar di Jalan Sudarman pada Selasa, 15 April 2025 pagi.

Apel tersebut terdiri atas satuan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Satuan Pelindung Masyarakat tingkat Kabupaten Jember 2025.

Dalam membangun Jember tidak bisa dilakukan sendirian tapi, membutuhkan kerja seluruh pihak. Hal tersebut diungkapkan Bupati Jember Muhammad Fawait dalam sambutannya.

Baca Juga: Kedatangan Megawati Hangestri, Bupati Jember Gus Fawait Berikan Reward dan Komitmen Cetak Atlet Berprestasi: Semoga Lahir Mega-Mega Lainnya

"Bukan Superman, tapi super tim," lanjutnya.

Menurut Gus Fawait, pasti banyak yang tak melihat peran Satpol PP. Padahal, Satpol PP sangat berperan terutama dalam menciptakan suasana yang tertib dan kondusif.

"Tentu saja, hal itu yang menjadi pertimbangan para investor datang ke Jember," tegasnya.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Imbau Masyarakat Maksimalkan Saluran Wadul Gus'e

Ke depan, sudah menjadi tugas Pemkab Jember dalam menyejahterakan rakyatnya. Namun, kesejahteraan Satpol PP sebagai pengamanan di Jember juga sangat diperlukan.

"Kami tidak akan tutup mata. Kesejahteraan para aparatur yang ada di tubuh Satpol PP juga perlu diperhatikan," ucapnya.

Begitu juga dengan kesejahteraan non-ASN di Satpol PP. Bahkan, sesuai keterangan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jember Bambang Saputro, para non-ASN di Satpol PP didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Segera Lakukan Pendataan, Bupati Gus Fawait Siapkan Pokja dan Bantu Warga Miskin di Jember

"Dengen begitu, jika terjadi pemutusan kerja secara nasional, mereka masih memiliki pesangon untuk bertahan hidup," tuturnya.

Sambil lalu, mencari kerja lain atau kembali dipekerjakan jika ada aturan baru.***

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X