SketsaNusantara.id - Ratusan mahasiswa menggelar aksi demo tolak Undang-undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) di depan Gedung DPRD Jember pada Senin, 24 Maret 2025 kemarin.
Massa aksi menyatakan akan tetap bertahan di Gedung DPRD Jember sampai anggota DPRD menemui mereka.
“Kami tidak akan bubar sebelum seluruh fraksi di gedung DPRD datang menemui kami,” ucap salah satu orator dalam demo tersebut.
Hingga akhirnya, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, bersama sejumlah anggota dewan keluar menemui massa aksi.
Di area sekitar Gedung DPRD Jember, para massa aksi dan anggota dewan duduk bersama. Mendengar aspirasi massa terkait penolakan UU TNI.
Selain menyampaikan aspirasi mereka terkait penolakan UU TNI, massa aksi juga meminta anggota DPRD Jember untuk menghubungi langsung anggota DPR RI.
Dalam orasinya, massa aksi juga mempertanyakan apakah anggota DPRD Jember tersebut membaca draft UU TNI yang telah disahkan DPR RI.
"Baca nggak, pak? Jawab!," tanya massa aksi dengan tegas, dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @kafiradikalis
Anggota DPRD Jember itu lantas mengaku tak membacanya.
"Kalau saya ditanya baca jawab atau tidak, dengan tegas saya jawab tidak membaca," jawabnya.
Sontak pengakuan anggota DPRD Jember ini memicu sorakan dari massa aksi.
Artikel Terkait
Ramai Penolakan RUU TNI, Wahyu Al Fajri: Opini Publik Terlalu Dibesar-besarkan
Draf RUU TNI Tak Kunjung Diunggah, Fedi Nuril Sentil Ketua DPR Puan Maharani: Pernyataan yang Tidak Profesional!
RUU TNI Digugat ke Mahkamah Konstitusi Oleh 7 Mahasiswa UI, Prabowo Subianto Tak Jadi Menandatangani?
Dianggap Melanggar Konstitusi, 2.569 Prajurit TNI Didesak Mundur dari Jabatannya Oleh Lembaga Ini
Sebut Pemerintah Sudah Kelewat Batas, Kuasa Hukum Mahasiswa Sebutkan Alasan Ajukan Gugatan atas UU TNI ke MK
Demo di Jember Hari Ini, Seruan Aksi Tolak UU TNI Viral di Media Sosial, Berikut 8 Tuntutan Demonstran kepada Pemerintah dan DPRD Jember