SketsaNusantara.id - Rencana penggabungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dengan Dinas Sosial (Dinsos) di Kabupaten Jember menuai pro dan kontra.
Banyak masyarakat Jember yang menolak penghapusan DP3AKB ini.
Aktivis perempuan Jember menilai peleburan DP3AKB dengan Dinsos ini bisa menimbulkan resiko besar, terlebih dengan maraknya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
Direktur Institut Ahimsa Mahardika Yamini menilai penghapusan DP3AKB berpotensi mempersempit aksesibilitas penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Persoalan perempuan dan anak itu kompleks dan dibutuhkan pendekatan yang berbeda. Gak sama dengan pendekatan isu permasalahan sosial umum,” ucapnya.
Petisi tolak penggabungan DP3AKB ke Dinsos Kabupaten Jember digaungkan.
Baca Juga: Selamat! Bupati Jember Gus Fawait Kembali Terpilih Jadi Ketua Tidar Jawa Timur Periode Kedua
"Kami menolak rencana penggabungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dengan Dinas Sosial (Dinsos) di Kabupaten Jember!," demikian keterangan dalam petisi tersebut, dilansir dari laman change.org.
Menurutnya, penggabungan DP3AKB dengan Dinsos Kabupaten Jember ini bukan hanya soal administrasi, tetapi ancaman serius bagi perlindungan perempuan dan anak.
"Selama ini, DP3AKB memiliki peran strategis dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan dini, serta kesenjangan gender,"
"Jika dilebur ke dalam Dinsos, fokus kerja dan efektivitas layanan akan melemah, menyebabkan penanganan kasus menjadi lambat dan kurang optimal," lanjutnya.
Ada 3 tuntutan yang mendesak Pemerintah Kabupaten Jember untuk tidak melebur DP3AKB dengan Dinsos.
Artikel Terkait
Disahkan Pj Gubernur Jawa Tengah! Cek Besaran UMK atau UMR di Kabupaten Tegal Pada Tahun 2025, Lebih Tinggi Mana Sama Wilayah Kota?
TERBARU! Segini Besaran UMK Kabupaten Temanggung. Ternyata Alami Kenaikan Sebesar...
Siapa Bu Teddy? Sosok yang Kini Trending di X dan Menyeret Nama Susi Pudjiastuti, Ternyata...
Aktivis HAM Sumarsih Datangi Jurnalis Tempo yang Mendapat Teror Kepala Babi, Singgung Soal Teror Suara Kebenaran
Heboh Fajar Alfian Body Shaming ke Ibu-ibu yang Berorasi Dukung Capres 01, Netizen: Shame on You!
Bikin Geger! Pria Asal Lamongan Nikahi Kekasih Hanya di KUA Tapi Mahar Istimewa, Rp 1 M kurang Satu Rupiah
Anies Baswedan Ikut Demam Tren Velocity, Anak Abah Menjerit Keras: Kalau Dari Dulu Joget Pasti Menang