Namun, tindakan ini memicu pro dan kontra di kalangan netizen. Beberapa warganet mengungkapkan kekesalan mereka, bahkan menyebut tindakan wraga dinilai gegabah yang justru memperparah situasi dengan meluapkan banjir ke area yang sebelumnya tidak terdampak.
"Kesel banget lihatnya, kenapa tembok malah dijebol? Kalo beneran begini apa gak jadi masalah baru, malah meluber ke mana-mana banjirnya, siapa yang tanggung jawab??" komentar dalah satu netizen.
"Gegabah itu namanya, mungkin maunya biar air ngalir cepet surut banjirnya tapi malah jadi masalah baru, kudu diusut tuntas nih, beneran meresahkan sampe banyak rumah terendam banjir, sampe sekarang airnya gak surut-surut," imbuh netizen lainnya.
Menanggapi kejadian ini, aparat kepolisian pun ikut turun tangan. Kapolsek Bekasi Selatan, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki peristiwa tersebut, namun saat ini prioritas utama adalah mengevakuasi warga yang terdampak banjir.
"Masih kita selidiki terkait video viral (warga jebol tembok). Ini masih dalam proses evakuasi warga terlebih dahulu," kata Kompol Dedi Herdiana, pada hari Rabu, 5 Maret 2025.
Sebagaimana dikabarkan sebelumnya banjir yang melanda Bekasi tidak hanya merendam perumahan, tetapi juga fasilitas umum.
Salah satu mal di Bekasi terendam banjir dengan ketinggian mencapai 2 meter, menyebabkan mobil dan motor yang terparkir di area basement ikut terendam air.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi pada Selasa, 4 Maret 2025, menunjukkan ada 20 titik banjir yang tersebar di 7 kecamatan.
Beberapa perumahan yang terdampak parah banjir antara lain Pondok Gede Permai (PGP), Villa Jatirasa, hingga Villa Nusa Indah 2 di Jatiasih.
Banjir ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang non-stop mengguyur wilayah Bekasi sejak Senin, 3 Maret 2025, sore hari hingga Selasa, 4 Maret 2025 dini hari.
Selain itu, adanya kiriman air dari wilayah Bogor turut memperparah kondisi banjir di Bekasi. Akibatnya, beberapa wilayah terendam banjir hingga mencapai atap rumah, memaksa warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Dalam situasi darurat, tim gabungan TBI, Polri dan BPBD Jawa barat melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet untuk memindahkan warga yang terjebak di rumah mereka.
Banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka karena air datang secara tiba-tiba pada dini hari.
Artikel Terkait
Update! Siswi SD di Jember yang Hanyut Terseret Banjir 3 Hari Lalu, Ditemukan dalam Kondisi Tak Bernyawa
Banjir dan Tanah Longsor Melanda Puncak Bogor, Status Bendung Katulampa Siaga 1
Gaya Parenting Bar-bar Ria Ricis, Latih Moana Jadi Wanita Mandiri Sejak Dini, Kini Banjir Apresiasi
Diguyur Hujan Sejak Malam, Sejumlah Wilayah di Bekasi Terendam Banjir hingga Ketinggian 2 Meter
Banjir di Bekasi Makin Parah, Sejumlah Warga yang Terjebak di Rumah Minta Bantuan Perahu Karet hingga Evakuasi