SketsaNusantara.id - Presiden Prabowo Subianto turut buka suara atas seruan aksi Indonesia Gelap yang akhir-akhir ini ramai disuarakan masyarakat.
Seperti diketahui bahwa mulai dari munculnya kebijakan efisiensi anggaran belanja APBN dan APBD yang justru menimbulkan permasalahan baru, pembredelan karya yang terjadi pada band Sukatani, dan masalah-masalah lain yang muncul akhir-akhir ini, banyak masyarakat yang menyerukan Indonesia Gelap.
Bahkan aksi turun ke jalan sebagai bentuk aksi demo akan Indonesia Gelap di berbagai daerah juga terjadi.
Terbaru, Prabowo Subianto sempat menyinggung soal seruan Indonesia Gelap.
Dalam sambutannya di penutupan Kongres VI Partai Demokrat yang dilaksanakan pada Selasa, 25 Februari 2025 kemarin, Prabowo Subianto heran mengapa masyarakat ramai menyerukan Indonesia Gelap,
"Yang melihat Indonesia gelap itu siapa?,” ucap Prabowo Subianto yang disambut suara gelak tawa dari tamu hadirin, dikutip dari akun Tiktok @OfficialiNews.
Dikatakan Prabowo bahwa 25 tahun mendatang, masa depan Indonesia justru akan cerah dan maju.
Bahkan di tahun 2050 nanti, Indonesia bisa menduduki posisi keempat sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar.
“Beberapa hari yang lalu ada suatu prediksi ekonomi dan statistik. China akan nomor satu di tahun 2050, India nomor 3, Indonesia nomor 4. 2050,"
"25 tahun yang akan datang, Insya Allah saya umurnya 98," imbuhnya.
Di masa depan nanti, kata Prabowo, Indonesia mampu mengalahkan negara-negara maju yang lain.
Artikel Terkait
Resmi Luncurkan Danantara, Prabowo Subianto Tegaskan Bisa Diaudit Siapapun dan Kapanpun, Netizen: Banyak Omon-Omon!
Siapa Pandu Sjahrir? Keponakan Luhut Binsar Pandjaitan yang Kecipratan Jabatan Penting di Danantara, Dulunya Wakil Bendahara TKN Prabowo-Gibran?
Resmikan Danantara, Prabowo Harapkan Investasi ke Industri yang Menciptakan Lapangan Kerja
Gaya Salaman Prabowo ke Jokowi Jadi Sorotan, Gesture Tak Bisa Bohong, Isyarat Tunduk Sendiko Dawuh, Macan Asia Kok Gitu?
Prabowo Dikritik Bocil Usai Viral Pidato 'Ndasmu', Netizen Acungi Jempol: Nasehat Tulus Tanpa Kepentingan Politik