Kamis, 4 Juni 2026

Puluhan Siswa SDN Wuluh 1 Kesamben Alami Keracunan Usai Konsumsi Jajanan, Dinas Kesehatan Jombang Turun Tangan Lakukan Pemeriksaan

Photo Author
Fardana Difka Dwi Cahya, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 22 Februari 2025 | 20:56 WIB
Ilustrasi - siswa SDN Wuluh 1 Kesamben yang keracunan jajanan crabstick (pixabay/soumen82hazra)
Ilustrasi - siswa SDN Wuluh 1 Kesamben yang keracunan jajanan crabstick (pixabay/soumen82hazra)



SketsaNusantara.id - Sebanyak 46 siswa SDN Wuluh 1 Kesamben, Jombang, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi jajanan yang dijual di sekitar lingkungan sekolah.

Peristiwa ini terungkap pada Selasa, 18 Februari 2025, sekitar pukul 18.00 WIB, saat sejumlah orang tua melaporkan anak-anak mereka yang merasakan gejala seperti mual, muntah, dan pusing.

Jajanan yang diduga menjadi pemicu keracunan antara lain makanan olahan seperti sosis, usus ayam, serta berbagai jenis frozen food.

Baca Juga: Kunto Aji Buka Suara soal Kisruh Ditariknya Lagu Bayar Bayar Bayar Milik Band Sukatani dari Seluruh Platform Digital, Enggak Kebayang...

Menanggapi kejadian ini, pihak sekolah segera membawa para siswa yang terdampak ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, seperti Puskesmas Blimbing, Puskesmas Kesamben, Puskesmas Sumobito, dan Klinik Bima Medika di Desa Watudakon.

Dari total korban, 42 siswa telah pulih dan menjalani rawat jalan, sedangkan 4 siswa lainnya masih menjalani perawatan medis.

Kapolsek Kesamben, Iptu Niswan, bersama Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) telah mengunjungi SDN Wuluh 1 pada Kamis, 20 Februari 2025, sebagai bagian dari proses penyelidikan sekaligus memberikan arahan kepada pihak sekolah.

Baca Juga: BRI Peduli Yok Kita Gas! Inisiatif Hijau yang Mengubah Sampah Jadi Berkah dan Mengurangi Emisi

“Kami melakukan kunjungan ke sekolah ini sebagai bagian dari upaya penyelidikan dan memberikan arahan mengenai pentingnya fasilitas kantin sekolah yang layak,” jelas Iptu Niswan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Rhendra Kusuma, menyatakan bahwa makanan yang diduga menyebabkan keracunan tidak berasal dari kantin sekolah.

“Keracunan terjadi akibat jajanan yang dibeli dari pedagang di luar kantin sekolah, bukan dari kantin yang dikelola oleh pihak sekolah,” terangnya.

Baca Juga: Terungkap! Isi Pesan Personel Band Sukatani Sebelum Video Klarifikasi Diunggah, Sosok Ini Beberkan Faktanya...

Meski demikian, penyebab pasti keracunan belum dapat dipastikan. Sampel makanan beserta muntahan siswa saat ini masih dalam proses uji laboratorium oleh Dinas Kesehatan Jombang.

“Namun, kami belum bisa memastikan penyebab pasti keracunan ini, karena sampel makanan dan muntahan siswa masih diuji di Dinas Kesehatan,” tambah Rhendra.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X