SketsaNusantara.id - Belakangan ini, linimassa media sosial ramai membahas mengenai hantavirus yang menjadi sorotan dunia. Virus tersebut mewabah dan dilaporkan telah merenggut nyawa sejumlah penumpang kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik.
Kasus tersebut terjadi pada hari Minggu, 3 Mei 2026 lalu yang mengejutkan publik dan membuat banyak orang kembali waspada terhadap wabah penyakit mematikan.
Peristiwa ini menjadi viral karena terjadi di kapal pesiar, yang selama ini identik dengan fasilitas bersih dan aman. Tak hanya merenggut korban jiwa, virus ini juga dengan cepat menyebar menyebabkan penumpang lain terkontaminasi dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS).
Lantas apa itu Hantavirus dan dari mana virus ini berasal? Apakah virus ini sudah menyebar ke Indonesia dan bagaimana cara pencegahannya?
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Cleveland Clinic, Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis), terutama melalui hewan pengerat seperti tikus.
Penularannya bisa terjadi saat seseorang tak sengaja melakukan kontak langsung atau menghirup partikel udara yang terkontaminasi dengan urine, kotoran, atau air liur tikus.
Virus ini juga bukan jenis penyakit baru dan sudah muncul puluhan tahun silam. Japan Times mencatat bahwa virus ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1979-an di kawasan Sungai Hantan Korea Selatan.
Baca Juga: Apa Itu Virus Nipah? Kementerian Kesehatan Resmi Perketat Pengawasan di Bandara Internasional
Diketahui, virus ini dapat menyebabkan dua jenis penyakit utama, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.
Kondisi ini tergolong serius karena dapat berkembang dengan cepat dan berpotensi menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat.
Gejala Hantavirus yang Patut Diwaspadai
Menariknya, gejala hantavirus mirip dengan flu yang awalnya dianggap sepele karena seolah seperti gangguan kesehatan ringan.
Gejala hantavirus sering kali muncul secara bertahap dan bisa menyerupai flu di tahap awal. Seseorang yang terinfeksi virus ini akan mengalami demam dan menggigil, nyeri otot (terutama di punggung, bahu dan paha), serta mengalami sakit kepala hingga mual dan muntah.